Rubrik

ekonomi > sektor riil > Pemasaran Kreatif Sasar Anak Muda


BISNIS DIGITAL

Pemasaran Kreatif Sasar Anak Muda

JAKARTA, KOMPAS — Generasi milenial, penduduk yang sekarang usia 33 tahun atau kurang, adalah potensi pasar besar. Apalagi, Indonesia akan menerima ledakan penduduk muda (baby boom) pada 2020-2030 atau yang kerap disebut generasi Z. Ceruk keuntungan bisa diperoleh secara optimal apabila pebisnis memiliki strategi pemasaran yang kreatif.

Aktivitas di kantor mal daring Tokopedia di kawasan Kebon Jeruk, Jakarta, Senin (16/20). Rata-rata pengiriman barang yang dijual melalui e-dagang pada situs Tokopedia berjumlah 4 juta barang per bulan dari ratusan ribu toko (merchant) yang memanfaatkan situs belanja daring tersebut sebagai tempat promosinya. Di Indonesia, pada 2013 nilai e-dagang mencapai Rp 96 triliun dan tahun ini diperkirakan nilainya Rp 120 triliun-Rp 140 triliun.
Kompas/Hendra A Setyawan Aktivitas di kantor mal daring Tokopedia di kawasan Kebon Jeruk, Jakarta, Senin (16/20). Rata-rata pengiriman barang yang dijual melalui e-dagang pada situs Tokopedia berjumlah 4 juta barang per bulan dari ratusan ribu toko (merchant) yang memanfaatkan situs belanja daring tersebut sebagai tempat promosinya. Di Indonesia, pada 2013 nilai e-dagang mencapai Rp 96 triliun dan tahun ini diperkirakan nilainya Rp 120 triliun-Rp 140 triliun.

"Generasi milenial lekat dengan teknologi informasi komunikasi (TIK). Kehidupan mereka tidak bisa dilepaskan dari internet. Oleh sebab itu, inovasi pemasaran pun harus menggunakan TIK," kata Faculty Member of Prasetiya Mulya Business School Fathony Rahman kepada Kompas, Jumat (13/3), di Jakarta.

Menurut dia, saat ini generasi milenial mendekati akhir, yakni mereka yang kini berusia kurang dari 24 tahun. Menurut sensus penduduk (2010), jumlah penduduk umur 10-24 tahun ada 63,4 juta dari total penduduk Indonesia keseluruhan yang mencapai 250 juta orang.

Untuk strategi pemasaran, pebisnis perlu menggunakan TIK seperti internet. Inovasi penggunaan perangkat harus terus dilakukan, misalnya, melalui laman ataupun aplikasi dalam jaringan jejaring sosial.

Promosi dua arah penting dilakukan sebab konsumen generasi ini menyukai interaksi. "Saya melihat ada perusahaan menggunakan Instagram untuk promosi. Siapa saja yang mau berkomentar akan produk di akun Instagram perusahaan itu akan mendapat hadiah. Saya pikir, cara tersebut cukup ampuh menarik lebih banyak konsumen," ujar Fathony.

Untuk harga jual produk, menurut dia, pengusaha sebaiknya mematok harga yang bisa ditawar. Perusahaan e-dagang, seperti e-Bay, bisa ditiru karena berhasil menawarkan bidding price pada setiap produknya.

content

Pendiri pasarpolis.com, Cleosent Randing, menceritakan, pola dan gaya hidup masyarakat Indonesia saat ini sudah meningkat, baik dari segi pendapatan maupun kebutuhan kesehatan.

"Sebanyak 80 persen penduduk dari total penduduk Indonesia yang berusia 28 tahun ke atas belum terlindungi dengan asuransi. Padahal, mereka sudah mendapat banyak informasi tentang asuransi. Saya melihat, harus ada inovasi pemasaran produk asuransi," ungkapnya.

Cleosent Randing menceritakan, pasarpolis.com hadir untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap kesehatan, bahkan aset. Calon nasabah hanya perlu mendaftar akun di pasarpolis.com, lalu memilih produk asuransi yang tersedia. Selama memilih, calon nasabah bisa membandingkan satu produk dari perusahaan asuransi satu dengan yang lain.

Tak terhindarkan

Corporate Secretary Bank Mandiri Rohan Hafas menyebutkan, geliat pertumbuhan TIK tidak bisa dihindarkan. Pelaku usaha berbasis inovasi teknologi juga semakin banyak, terutama anak-anak muda.

Warga melihat website www.pahlawanekonomi.com yang dibuat oleh pelaku UKM Se-Surabaya, Surabaya, Februari lalu. Website yang berfungsi sebagai promosi serta pemasaran berbagai produk UKM telah menaikkan omset penjualan hingga 20 persen.
Kompas/Bahana Patria GuptaWarga melihat website www.pahlawanekonomi.com yang dibuat oleh pelaku UKM Se-Surabaya, Surabaya, Februari lalu. Website yang berfungsi sebagai promosi serta pemasaran berbagai produk UKM telah menaikkan omset penjualan hingga 20 persen.

Bank Mandiri sejak 2011 sudah meluncurkan program Mandiri Technopreneur yang menjadi bagian dari Wirausaha Muda Mandiri. Dengan bekerja sama beberapa universitas di Indonesia, sebanyak 1.000 pemuda telah menjadi binaan Bank Mandiri.

"Pendekatan pembinaan kepada wirausaha berbasis inovasi teknologi berbeda dengan pada umumnya. Kami memang menyalurkan kredit kepada mereka. Namun, kami mengutamakan pemasaran produk TIK mereka. Caranya, dengan mempertemukan mereka dengan nasabah-nasabah Bank Mandiri yang membutuhkan inovasi teknologi untuk perusahaannya," kata Rohan.

Dia menambahkan, sejak program ini diluncurkan, jumlah peserta selalu naik 25 persen dari tahun ke tahun.

Fathony menegaskan, dukungan pemerintah sangat diperlukan untuk membantu pengusaha-pengusaha dalam mengembangkan inovasi TIK. Bentuk dukungan yang tepat, misalnya, pemerintah memberikan venture capital (modal penyertaan) kepada wirausaha tersebut.

"Ini tentu tantangan bagi Indonesia sebab saya melihat pemerintah maupun investor belum banyak yang memahami model bisnis berbasis TIK. Kebanyakan hanya meminta modal cepat kembali, padahal bisnis seperti ini membutuhkan jangka waktu lama agar sukses," ujar Fathony.

    KOMENTAR

    Ayo sampaikan pendapat Anda tentang artikel ini!
    Login untuk submit komentar.

    Kembali ke Atas