Rubrik

opini > kolom > Pendidikan Kedokteran di Indonesia


kesehatan

Pendidikan Kedokteran di Indonesia

Putri kedua saya baru saja mengikuti ujian nasional dan tahun ini ingin melanjutkan sekolah ke fakultas kedokteran. Saya bersyukur dia cukup rajin dan prestasi belajarnya cukup baik. Saya pernah mengikuti penjelasan dari sekolahnya jika kuliah kedokteran di luar negeri lalu ingin berpraktik di Indonesia, akan mengalami kesulitan, adaptasi, dan ujian lagi.

Anak saya yang pertama sedang kuliah di jurusan bisnis di luar negeri. Sebagai ibu, saya tak ingin membeda-bedakan anak saya. Kami punya kemampuan untuk menyekolahkan putri kami ini ke luar negeri meski saya tahu biaya pendidikan kedokteran di luar negeri amat mahal, sekitar dua hingga tiga kali lipat dari jurusan sosial. Saya ingin mendapat informasi mengenai pendidikan kedokteran di Indonesia. Apakah pendidikan kedokteran di negara kita sudah cukup baik? Apakah lulusannya dapat meneruskan pendidikan di luar negeri? Ada berapa fakultas kedokteran di Indonesia? Bagaimana dengan mutu pendidikan fakultas kedokteran di perguruan tinggi negeri dan swasta? Apakah perbedaannya? Apakah setelah menyelesaikan pendidikan kedokteran, anak saya harus bertugas di daerah terpencil? Terus terang saya agak khawatir karena anak saya ini perempuan. Saya lebih merasa aman jika dia bertugas di kota besar saja.

Bagaimana dengan pendidikan di fakultas kedokteran? Benarkah mata kuliahnya berat dan ujiannya sering sehingga hampir tak ada waktu luang? Pada semester berapakah dia harus mulai bertugas di klinik dan wajib jaga malam? Apakah selama pendidikan kedokteran boleh menikah dan melahirkan? Mohon maaf jika saya banyak bertanya karena kebetulan keluarga saya semuanya mengambil jurusan bisnis jadi saya tidak mempunyai keluarga untuk tempat bertanya. Terima kasih atas penjelasan dokter.

M di J

Pilihan menjadi dokter sebenarnya masih memungkinkan lulusannya untuk berkiprah di bidang layanan masyarakat, penelitian, atau birokrasi. Meskipun sebagian besar lulusan kedokteran menjalankan praktik kedokteran, banyak juga yang memilih untuk menjadi peneliti. Bahkan, kebutuhan untuk tenaga manajemen kesehatan juga terbuka luas karena jumlah provinsi dan kabupaten kita juga semakin banyak.

Menjadi dokter mungkin tak menjamin seseorang menjadi kaya. Namun, saya selalu mengampanyekan pekerjaan dokter itu adalah pekerjaan yang menyenangkan. Dalam menjalankan pekerjaan kedokteran, dokter berhubungan dengan manusia serta berkesempatan mendampingi pasien dalam menjaga kesehatannya. Pekerjaan dokter amat cocok bagi seseorang yang peduli pada masalah kemanusiaan, apalagi jika dia suka menolong.

Kepuasan seorang dokter terutama jika berhasil meningkatkan kesehatan pasien. Dokter dapat membantu menyembuhkan penyakit pada penyakit akut. Namun, sekarang ini masalah kesehatan kita yang semakin menonjol adalah penyakit degeneratif yang bersifat kronik sehingga fungsi dokter lebih menjadi pendamping atau penasihat pasien dalam menjaga kesehatan atau keluarganya.

Jumlah fakultas kedokteran di Indonesia sekarang sudah bertambah. Sekarang ini terdapat 74 fakultas kedokteran di seluruh Indonesia yang terdiri dari fakultas kedokteran negeri dan swasta. Letak fakultas kedokteran juga sudah mulai tersebar sehingga bagi peserta di daerah dapat mengikuti pendidikan di daerah masing-masing. Jumlah dokter di Indonesia sekarang ini sekitar 100.000 orang, sekitar 70.000 dokter umum, dan 30.000 dokter spesialis. Jumlah ini masih amat kurang untuk melayani 250 juta penduduk Indonesia. Saya berharap anak Anda nanti akan memperkuat jajaran layanan dokter di Indonesia.

Proses pendidikan bertujuan untuk mencapai kompetensi yang telah ditetapkan. Saat ini fakultas kedokteran umumnya telah menerapkan kurikulum berbasis kompetensi. Banyak perubahan yang terjadi dengan penerapan kurikulum ini. Jika sebelumnya masa pendidikan dibagi tegas antara pre-klinik dan klinik, sekarang mahasiswa mendapat kesempatan bertemu pasien lebih dini. Selain itu, yang mengalami perubahan nyata adalah pendidikan sekarang berpusat pada mahasiswa. Artinya, staf pengajar lebih sebagai fasilitator dan mahasiswa diharapkan aktif belajar mandiri.

Mutu pendidikan kedokteran di negeri kita sudah mendapat perhatian. Setiap fakultas kedokteran dinilai oleh suatu lembaga dan masyarakat dapat memperoleh informasi mengenai hasil penilaian tersebut. Janganlah menilai fakultas kedokteran hanya dari kemegahan gedungnya, tetapi menilailah secara obyektif yang menyangkut keseluruhan proses pendidikan. Misalnya, bagaimana dengan jumlah dan kualifikasi pengajar, perpustakaan, ketepatan waktu lulus, prestasi, jumlah penelitian, dan publikasi karya ilmiahnya.

Kita bersyukur beberapa fakultas kedokteran kita berhasil masuk 400 besar dunia. Anda mungkin pernah mengikuti berita mengenai lomba bioteknologi di Amerika Serikat di mana mahasiswa FKUI berhasil memperoleh medali. Ternyata kita juga mampu menegakkan kepala, mahasiswa kita mampu bersaing dengan mahasiswa lain secara global.

Banyak yang harus dipelajari di fakultas kedokteran sehingga mahasiswa kedokteran umumnya sibuk belajar. Mereka juga dilatih untuk mampu berkomunikasi dengan baik kepada pasien. Mahasiswa juga harus mempunyai sikap yang baik, jujur, rajin, dan menghargai orang lain, serta penampilan yang sopan. Jadi, dalam pendidikan kedokteran tidak hanya aspek keilmuan yang dipentingkan, tetapi juga keterampilan dan sikap.

Pada umumnya pendidikan kedokteran ditempuh sekitar 12 semester. Peserta pendidikan kedokteran mulai jaga malam sekitar semester ke-7. Untuk menjaga mutu pendidikan kedokteran dilaksanakan ujian kompetensi nasional. Setelah lulus dokter, dapat memilih untuk bekerja di bidang pelayanan kedokteran atau menjadi peneliti. Jika ingin bekerja sebagai dokter praktik, dapat bekerja/berpraktik di puskesmas, di perusahaan, di instansi angkatan bersenjata, ataupun menjalani praktik mandiri.

Setelah menyelesaikan dokter umum, dapat melanjutkan pendidikan ke program pendidikan dokter spesialis yang lama pendidikannya sekitar 6 sampai 10 semester atau melanjutkan ke program pascasarjana di dalam negeri ataupun luar negeri. Dewasa ini cukup banyak lulusan dokter yang mengambil program master atau doktor di Australia, Eropa, Amerika, dan Asia. Pendidikan kedokteran memang lama dan karier dokter juga biasanya naiknya lambat dibandingkan dengan bidang lain.

Setiap negara mempunyai pola penyakit yang mungkin berbeda dengan negara lain. Bahkan, di Indonesia antara satu daerah dan daerah lain juga dapat berbeda. Misalnya, di Jakarta saat ini relatif sudah tidak ditemukan lagi penyakit malaria. Namun, di Lampung, Kalimantan, Nusa Tenggara, dan Papua penyakit malaria masih sering dijumpai. Itulah sebabnya setiap negara menghendaki dokter yang menjalankan praktik di negara tersebut perlu memahami pola penyakit serta sistem layanan kesehatan yang ada di negara tersebut. Jika kita ingin berpraktik di negara lain, kita harus menjalani adaptasi dan ujian.

Sekitar 60 persen peserta pendidikan kedokteran saat ini merupakan mahasiswa perempuan. Saya pernah bertemu dengan dokter lulusan universitas di Jawa yang bertugas di Merauke. Bertugas di daerah dapat memperkaya pengalaman dan mematangkan kepribadian. Di daerah, dokter juga belajar mandiri dengan segala keterbatasan yang ada. Saya menganjurkan mahasiswa saya (termasuk anak saya) untuk memilih bekerja di daerah dulu sebelum memasuki pendidikan dokter spesialis. Dokter biasanya menjadi sahabat masyarakat. Saya percaya putri Anda akan dijaga baik-baik oleh masyarakat setempat.

Versi cetak artikel ini terbit di harian Kompas edisi 10 Mei 2015, di halaman 11 dengan judul "Pendidikan Kedokteran di Indonesia".

    Baca Juga

    • IDI Siapkan Naskah Akademik dan RUU

      JAKARTA, KOMPAS Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia menyiapkan naskah akademik dan Rancangan Undang-Undang Pendidikan Kedokteran. Hal itu dilakukan setelah revisi Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2013

    • RPP Pendidikan Kedokteran Disusun

      JAKARTA, KOMPASKementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi mengajak organisasi profesi yang menolak program dokter layanan primer untuk membahas Rancangan Peraturan Pemerintah tentang Pendidik

    • Calon Dokter Diperkuat

      Jakarta, Kompas Penguatan pendidikan kedokteran guna menjamin mutu layanan dokter kepada masyarakat menjadi perhatian serius pemerintah. Selain uji kompetensi mahasiswa kedokteran, pemerintah masi

    • Bom Waktu Fakultas Kedokteran

      Pembukaan fakultas kedokteran oleh perguruan-perguruan tinggi negeri dan swasta akhir-akhir ini menjamur sehingga menimbulkan kekhawatiran adanya persepsi yang salah mengenai pendidikan kedokteran di

    • Benahi Hulu-Hilir

      JAKARTA, KOMPASPemerintah dituntut berperan lebih serius dalam membenahi masalah pendidikan kedokteran serta distribusi tenaga dokter agar lebih merata. Hal itu akan lebih mudah dilakukan jika pemerin

    KOMENTAR

    Ayo sampaikan pendapat Anda tentang artikel ini!
    Login untuk submit komentar.

    Kembali ke Atas