Rubrik

dikbud > pendidikan > Gratis, Biaya Sekolah di DKI Jakarta


Gratis, Biaya Sekolah di DKI Jakarta

JAKARTA, KOMPAS — Pemberlakuan biaya sekolah gratis tingkat sekolah menengah atas yang berstatus negeri di DKI Jakarta diapresiasi orangtua siswa. Pembebasan biaya ini dianggap bentuk tanggung jawab pemerintah menjamin hak pendidikan warganya.

Orangtua murid  mengecek posisi peringkat anaknya di daftar penerimaan siswa baru di SMK Negeri 19 Jakarta, Senin (22/6). Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memberlakukan biaya sekolah gratis untuk  SMA  negeri di DKI Jakarta.
Kompas/Yuniadhi AgungOrangtua murid mengecek posisi peringkat anaknya di daftar penerimaan siswa baru di SMK Negeri 19 Jakarta, Senin (22/6). Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memberlakukan biaya sekolah gratis untuk SMA negeri di DKI Jakarta.

"Seharusnya biaya sekolah itu memang gratis sebagai bentuk tanggung jawab negara. Pembebasan biaya sekolah hingga SMA di DKI Jakarta patut diapresiasi. Semoga bisa diterapkan di daerah-daerah lain," ujar Basri (40), orangtua siswa baru, saat ditemui di SMA Negeri 24 Jakarta, Senin (29/6).

Basri mengatakan, selama proses pendaftaran tidak ada pungutan biaya dari pihak sekolah. Proses pendaftaran pun dianggap tidak bertele-tele dan mudah dimengerti. Berkas yang harus dibawa adalah surat keterangan lulus dari sekolah menengah pertama dan sederajat serta fotokopi kartu keluarga.

Basri merasa beruntung karena anaknya dapat diterima di sekolah negeri. Sebab, bakal mengeluarkan biaya yang cukup mahal jika menyekolahkan anaknya di sekolah swasta. "Kalau di sekolah swasta, uang pangkalnya saja bisa lebih dari Rp 5 juta. Belum lagi uang bulanan sekolah, uang buku, dan pengeluaran lain. Saya pasti enggak sanggup membiayai itu," ujar Basri yang bekerja sebagai karyawan swasta tersebut.

Ia berharap pembebasan biaya sekolah dapat dibarengi dengan fasilitas dan layanan pendidikan yang memadai. Dia mencontohkan, alat praktik pelajaran sangat dibutuhkan untuk menunjang proses pembelajaran siswa pada mata pelajaran tertentu, terutama Ilmu Pengetahuan Alam.

"Kalau kelas Ilmu Pengetahuan Alam itu, kan, banyak praktiknya. Saya berharap sekolah juga menyediakan laboratorium dan peralatan yang memadai sehingga siswa dapat belajar lebih maksimal," katanya.

Biaya sekolah gratis juga diapresiasi oleh Emi (44), orangtua siswa, yang ditemui di SMA 78 Jakarta. Emi cukup terkejut dengan pembebasan biaya sekolah tersebut karena ini adalah pengalaman pertamanya menyekolahkan anak di sekolah negeri.

"Selama ini, anak saya sekolah di yayasan swasta atau yayasan lembaga keagamaan. Jadi, saya harus banyak belajar dan cari informasi mengenai mekanisme pendaftaran di sekolah negeri," ujarnya.

Emi yang bekerja sebagai ibu rumah tangga merasa sangat terbantu dengan pembebasan biaya sekolah tersebut. Dia mengatakan selama proses pendaftaran anaknya tidak mengalami kesulitan berarti dan tidak pernah dipungut biaya.

"Saya sudah cari informasi mengenai biaya di sekolah negeri, ternyata gratis. Padahal, di sekolah swasta unggulan di Jakarta, biaya masuknya saja bisa lebih dari Rp 20 juta," katanya.

Wakil Kepala Sekolah Bidang Hubungan Masyarakat SMA 78 Jakarta Sumarna membenarkan pembebasan biaya sekolah tersebut. Biaya tersebut diperoleh dari Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dengan pengawasan dinas pendidikan. "Sekolah memperoleh biaya operasional pendidikan dengan jumlah Rp 400.000 setiap siswa per bulan," ujarnya.

Suwarna mengatakan, siswa dibebaskan dari berbagai kutipan, seperti uang pembangunan, uang SPP, uang buku, uang praktik, dan biaya operasional lain. "Jadi, siswa datang ke sekolah hanya untuk belajar," lanjutnya.

Hal senada mengenai pembebasan biaya sekolah juga disampaikan Kepala SMA 24 Jakarta Umaryadi. Dia mengatakan, biaya operasional sekolah ditanggung pemerintah sehingga siswa dibebaskan dari segala kutipan.

"Yang dibiayai orangtua hanya biaya personal siswa, seperti seragam dan alat tulis. Biaya praktik saja sudah ditanggung pemerintah. Bahkan, kalau tidak mampu, biaya personal itu juga bisa dibantu melalui Kartu Jakarta Pintar. Jadi, sekolah sekarang sudah gratis," tuturnya.

(B07)

    Baca Juga

    • Perombakan Pendidikan dan Sekolah Gratis

      ”Perlu ada perombakan besar-besaran untuk meningkatkan kualitas pendidikan kita,” demikian diungkapkan Presiden Joko Widodo, Rabu (5/10).Jagat perpolitikan dan pendidikan Indonesia geger pada awal 200

    • Daya Tahan Sekolah Swasta

      Terbayangkankah apabila akhirnya kita harus berjerih payah hebat apabila ingin mencintai dan mengabdi negeri ini? Itulah yang terjadi pada dinamika mengelola sekolah swasta. Sekolah-sekolah swasta

    • Orangtua Siswa Terbebani Pungutan

      SEMARANG, KOMPAS Alih kelola sekolah menengah atas dan sekolah menengah kejuruan dari pemerintah kabupaten/kota ke pemerintah provinsi ”melenyapkan” sekolah gratis SMA/SMK di sejumlah daerah. Berd

    • Guru PNS Tak Ditarik dari Swasta

      JAKARTA, KOMPAS Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy memastikan pemerintah tak akan menarik guru pegawai negeri sipil yang diperbantukan di sekolah swasta. Sebab, pemerintah juga bertan

    • Merawat Sekolah Gratis

      Sekolah gratis selalu memesona. Media cetak dan elektronik gemar mengabarkan sekolah gratis dan aktor pengelolanya. Sekolah gratis, khususnya sekolah swasta gratis, memang indah dan memesona. Sekol

    • Sekolah Swasta Butuh Dukungan

      JAKARTA, KOMPAS Pendidikan swasta harus dipandang sebagai mitra pemerintah dalam upaya bersama-sama mencerdaskan anak bangsa. Sayangnya, dalam perkembangan di lapangan, keberadaan sekolah swasta lebih

    KOMENTAR

    Ayo sampaikan pendapat Anda tentang artikel ini!
    Login untuk submit komentar.

    Kembali ke Atas