Rubrik

polhuk > politik > Media Sosial Makin Jadi Primadona


Kampanye PILKADA

Media Sosial Makin Jadi Primadona

Menyadari media sosial tak lagi bisa dipandang sebelah mata, Komisi Pemilihan Umum mengatur penggunaan media sosial sebagai sarana kampanye pemilihan kepala daerah serentak 2015. Calon kepala daerah pun serius menggarap kampanye di linimasa. Mampukah kampanye di media sosial membuat calon-calon kepala daerah mendulang suara pemilih?

Ingin membaca artikel selengkapnya?

Inilah alasan Anda sebaiknya berlangganan

KUNJUNGI KOMPAS KIOSK >

Dunia Baru Informasi Digital

+ Unlimited Website Access + Mobile & Tablet Apps + Exclusive Breaking News


Silakan login untuk mengakses artikel lengkapnya. Daftar dan dapatkan akses selama 7 hari untuk pengguna baru!

Baca Juga

  • Media Sosial Sarana Kampanye

    JAKARTA, KOMPAS Media sosial menjadi sarana kampanye termudah dan murah untuk menggalang dukungan demi mendulang suara dalam kontestasi pemilihan kepala daerah. Namun, efektivitas media sosial sebaga

  • Menanti ”Penjaga Nalar” Politik

    Dentang bel pertarungan pemilihan kepala daerah serentak 2017 bakal segera berbunyi saat Komisi Pemilihan Umum di daerah menetapkan pasangan calon pada 24 Oktober. Media sosial bakal menjadi salah sat

  • Ketinggalan Zaman

    Nicholas Santoso, D-4 Perhotelan Diknas 2014 di Sekolah Tinggi Pariwisata (STP) Trisakti dan Penerima Beasiswa Kemdikbud Double Degree di Burapha University International College, Thailand. Media so

  • Kampanye di Era Digital

    Masa kampanye pemilihan kepala daerah dimulai 28 Oktober 2016-11 Februari 2017. Pilkada serentak di 101 daerah pada 15 Februari 2017. Publik penuh harap kampanye pilkada ditandai dengan adu gagasa

  • Antara Demokrasi dan Terorisme

    Seorang pelajar di Virginia, Amerika Serikat, terancam hukuman 15 tahun penjara karena dianggap bersalah telah memberikan bantuan material untuk kelompok Negara Islam di Irak dan Suriah. Bantuan “m

  • Bawaslu Semestinya Tak Lepas Tangan

    JAKARTA, KOMPAS Maraknya kampanye hitam di media sosial semestinya menjadi pantauan Badan Pengawas Pemilu. Namun, untuk penindakannya, Bawaslu perlu berkoordinasi dengan Kepolisian Negara RI sert

KOMENTAR

Ayo sampaikan pendapat Anda tentang artikel ini!
Login untuk submit komentar.

Kembali ke Atas