Rubrik

Tak Cukup Hanya Kecewa


Tak Cukup Hanya Kecewa

Presiden Joko Widodo tidak cukup hanya mengungkapkan kekecewaan bangsa ini menyusul penangkapan Hakim Konstitusi Patrialis Akbar. Sikap kecewa tanpa langkah politik yang bisa dilakukan Presiden Joko Widodo sebagai kepala pemerintahan dan kepala negara tidak akan menolong Mahkamah Konstitusi (MK). Ditangkapnya Ketua MK Akil Mochtar pada 2 Oktober 2013 dan tiga tahun kemudian Patrialis Akbar mempertontonkan ada yang salah dalam desain Undang-Undang MK. Dua hakim konstitusi dari partai politik ditangkap dalam sebuah lembaga yang beranggotakan sembilan negarawan adalah kejadian luar biasa.

KOMPAS NEWSPAPERSikap kecewa tanpa langkah politik yang bisa dilakukan Presiden Joko Widodo sebagai kepala pemerintahan dan kepala negara tidak akan menolong Mahkamah Konstitusi.

    Baca Juga

    • Tak Cukup Hanya Kecewa

      Presiden Joko Widodo tidak cukup hanya mengungkapkan kekecewaan bangsa ini menyusul penangkapan Hakim Konstitusi Patrialis Akbar. Sikap kecewa tanpa langkah politik yang bisa dilakukan Presiden Joko

    • Energi Baru MK

      Prof Dr Saldi Isra (49) dipilih Presiden Joko Widodo sebagai hakim konstitusi menggantikan Patrialis Akbar yang dipecat sebagai hakim MK. Saldi dipilih dari tiga nama calon hakim konstitusi yang di

    • Pemilihan Hakim Momentum Perbaikan

      JAKARTA, KOMPAS Hakim konstitusi pengganti Patrialis Akbar bisa membawa perubahan untuk memperbaiki Mahkamah Konstitusi. Oleh karena itu, Presiden Joko Widodo diharapkan memanfaatkan momentum ini unt

    • Ketika Penguasa Jadi Lelucon

      Ada ungkapan dari Rusia: para penguasa mesti waspada ketika mulai banyak lelucon tentang dirinya. Tentu saja, mengingatkan Rusia saat itu di bawah kekuasaan otoriter yang melakukan banyak sensor dan

    • Hakim Konstitusi Kecewakan Rakyat

      YOGYAKARTA, KOMPAS Seluruh rakyat Indonesia kecewa atas terjaringnya Hakim Konstitusi Patrialis Akbar dalam operasi tangkap tangan Komisi Pemberantasan Korupsi. Rakyat dipastikan kecewa karena korupsi

    • Lonceng Peringatan

      Kisruh di Dewan Perwakilan Daerah menyadarkan kita bahwa bangsa ini sedang mengalami masalah dalam legitimasi institusi. Publik menyaksikan bagaimana anggota DPD mempertontonkan sebuah orkestrasi

    KOMENTAR

    Ayo sampaikan pendapat Anda tentang artikel ini!
    Login untuk submit komentar.

    Kembali ke Atas