Rubrik

arsip kompas > Nasib Bung Karno


KOMPAS, 17 MARET 1967

Nasib Bung Karno

Menteri Penerangan BM Diah mengadakan konferensi pers di auditorium TVRI menjawab teka-teki nasib Bung Karno setelah pencabutan kekuasaan presiden melalui Ketetapan MPRS Nomor 33 Tahun 1967. Menurut BM Diah, Bung Karno kini tinggal di Bogor. Soal kesehatannya yang semakin mundur, menurut dia, dapat terjadi pada siapa saja. Terkait timbang terima kekuasaan tidak perlu dilakukan karena penyerahan kekuasaan telah dilakukan pada 22 Februari 1967. Terkait keputusan-keputusan MPRS, Bung Karno telah mengetahuinya melalui asisten Jenderal Soeharto.

Ingin membaca artikel selengkapnya?

Inilah alasan Anda sebaiknya berlangganan

KUNJUNGI KOMPAS KIOSK >

Dunia Baru Informasi Digital

+ Unlimited Website Access + Mobile & Tablet Apps + Exclusive Breaking News


Silakan login untuk mengakses artikel lengkapnya. Daftar dan dapatkan akses selama 7 hari untuk pengguna baru!

Baca Juga

  • Bung Karno Wafat

    ”Dr Ir Soekarno Meninggal Dunia”, demikian judul berita utama harian ”Kompas”, 22 Juni 1970. Bung Karno, nama panggilan akrab presiden pertama Republik Indonesia itu, wafat dengan tenang pada hari Min

  • Sejarah Bung Karno Harus Diluruskan

    JAKARTA, KOMPAS Pernyataan Presiden Joko Widodo pada peringatan Hari Kelahiran Pancasila pada 1 Juni lalu yang menyebutkan Blitar sebagai tempat lahir Bung Karno menjadi polemik. Perdebatan muncul ka

  • Supersemar 51 Tahun

    Sekitar setengah abad lalu, dalam beberapa hari pada Februari 1967, posisi politik Presiden/Panglima Tertinggi ABRI/Pemimpin Besar Revolusi/Mandataris MPRS Soekarno semakin terjepit. Lawan politikny

  • Islam dan Nasionalisme Tak Bisa Dipisah

    JAKARTA, KOMPAS Pancasila yang rumusannya bersumber dari pidato Bung Karno pada 1 Juni 1945 mengandung unsur keislaman dan nasionalisme yang tak dapat dipisahkan. Ini sekaligus menjadi dasar Islam d

  • Setengah Abad Supersemar

    Jumat, 11 Maret 2016 kemarin, pas setengah abad Surat Perintah 11 Maret (Supersemar) terbit. Inilah salah satu tonggak penting sejarah perubahan politik kita. Penerbitan Supersemar, yang ditandatanga

  • ”Persetan dengan Bantuanmu”

    Hari ini 53 tahun silam, tepatnya 25 Maret 1964, Bung Karno mengucapkan kalimat yang mungkin termasuk paling bersejarah dalam perjalanan republik ini. Itulah kalimat go to hell with your aid. Jika dit

KOMENTAR

Ayo sampaikan pendapat Anda tentang artikel ini!
Login untuk submit komentar.

Kembali ke Atas