Rubrik

dikbud > kebudayaan > Arsip Film Bisa Musnah


Arsip Film Bisa Musnah

Kondisi Sinematek Memprihatinkan

JAKARTA, KOMPAS — Sekitar 20 persen dari 1.500-an arsip film nasional koleksi Sinematek Indonesia dalam kondisi kritis. Arsip film tersebut berkadar asam tinggi, bergelombang, lengket, atau menyusut. Jika tak segera dibersihkan dan direstorasi, arsip penting itu bakal musnah.

Ingin membaca artikel selengkapnya?

Inilah alasan Anda sebaiknya berlangganan

KUNJUNGI KOMPAS KIOSK >

Dunia Baru Informasi Digital

+ Unlimited Website Access + Mobile & Tablet Apps + Exclusive Breaking News


Silakan login untuk mengakses artikel lengkapnya. Daftar dan dapatkan akses selama 7 hari untuk pengguna baru!

Baca Juga

  • Menangkal Ajal Arsip Film

    Pengelolaan arsip film terpencar di sejumlah lembaga, dengan beragam nasib. Ada yang hancur, seperti nasib arsip film yang tersimpan di Perum Produksi Film Negara. Ada pula yang tersimpan rapi dan ama

  • ”Tiga Dara” dari Gudang Sinema

    ”Aku tak mau orang lain menjamahmu, aku cinta padamu,” ujar Toto kepada Nunung yang disambut tepuk tangan penonton di Gedung A, Plaza Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Jakarta, Jumat (19/8) pet

  • Arsip Film Jadi Referensi

    JAKARTA, KOMPAS Beberapa film berformat konvensional seluloid masih belum terarsipkan dengan baik sehingga sulit untuk dicari. Restorasi dan konversi arsip film ke bentuk digital juga perlu dilakukan

  • Refleksi ”Indonesia Kecil” dalam Sinema

    JAKARTA, KOMPAS Perayaan Hari Perfilman Nasional 2017 mengangkat tema ”Keberagaman Indonesia Melalui Film”. Dengan gagasan ini, film diharapkan bisa menjadi sarana refleksi bersama menyikapi aneka

  • Kemdikbud Bantu Pemeliharaan di Sinematek

    JAKARTA, KOMPAS Direktorat Pembinaan Kesenian ?dan Perfilman Direktorat Jenderal Kebudayaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan bersiap membantu pengelolaan pengarsipan film yang kini disimpan di Si

  • Film ”Romusha” Akan Diputar Kembali

    Para anggota DPR direncanakan menonton film Romusha yang sempat dilarang beredar dengan alasan ”demi kepentingan nasional” pada Senin (18/6) mendatang. Jika setelah menonton film tersebut DPR mengajuk

KOMENTAR

Ayo sampaikan pendapat Anda tentang artikel ini!
Login untuk submit komentar.

Kembali ke Atas