Rubrik

dikbud > kebudayaan > Peran Pemuda Terpinggirkan


KONGRES MASYARAKAT ADAT

Peran Pemuda Terpinggirkan

DELI SERDANG, KOMPAS — Di tengah ancaman terhadap eksistensi komunitas adat, peran pemuda yang akan menjadi penerus masyarakat adat masih terpinggirkan. Lemahnya pelibatan pemuda itu diperparah dengan pola pendidikan dan sosial yang mendorong pemuda keluar dari wilayah adat.

Ingin membaca artikel selengkapnya?

Inilah alasan Anda sebaiknya berlangganan

KUNJUNGI KOMPAS KIOSK >

Dunia Baru Informasi Digital

+ Unlimited Website Access + Mobile & Tablet Apps + Exclusive Breaking News


Silakan login untuk mengakses artikel lengkapnya. Daftar dan dapatkan akses selama 7 hari untuk pengguna baru!

Baca Juga

  • Masyarakat Adat Perlu Diberi Ruang

    Medan, Kompas Perlindungan masyarakat adat memasuki babak baru setelah Rancangan Undang-Undang Pengakuan dan Pelindungan Hak Masyarakat Hukum Adat masuk program legislasi nasional tahun 2017. Penyus

  • Bebaskan Masyarakat Adat yang Ditahan

    SERANG, KOMPAS Aliansi Masyarakat Adat Nusantara mendesak pemerintah melakukan rekonsiliasi masyarakat adat yang menjadi korban kriminalisasi. Mereka berjumlah 166 orang dari sejumlah daerah. Kasus m

  • Presiden Didesak Konkretkan Hak-hak Masyarakat Adat

    DELI SERDANG, KOMPAS Upaya pemerintah memenuhi tuntutan masyarakat adat dinilai belum maksimal. Karena itu, masyarakat adat menagih komitmen pemerintahan Presiden Joko Widodo untuk mengonkretkan hak-

  • Rekonsiliasi Negara-Masyarakat Adat

    Pak Nur, begitu M Jafar Nur sering dipanggil. Seperti masyarakat adat lainnya, Pak Nur menggarap tanah leluhurnya untuk menghidupi keluarganya. Namun, pada Oktober 2014, bencana datang menghampirinya.

  • Masyarakat Adat Belum Rasakan Kemerdekaan

    Jakarta, Kompas Meskipun telah 70 tahun Indonesia merdeka, masyarakat adat belum merasakan kemerdekaan itu. Hingga kini pengakuan hak-hak masyarakat adat belum jelas. Bahkan, hak-hak masyarakat ada

  • Tantangan Gerakan “Online“ Masyarakat Adat

    Tumbangnya rezim Orde Baru menjadi berkah bagi masyarakat adat Nusantara yang sudah lama tertindas dengan berbagai kebijakan pemerintah atas nama pembangunan, termasuk labelisasi istilah alias stigma

KOMENTAR

Ayo sampaikan pendapat Anda tentang artikel ini!
Login untuk submit komentar.

Kembali ke Atas