Rubrik

dikbud > kebudayaan > Dalam Pusaran Ujaran Kebencian


Swara

Dalam Pusaran Ujaran Kebencian

Pilkada DKI Jakarta yang pemungutan suaranya berlangsung Rabu (19/4) ini berlangsung sengit. Tiap pasangan calon memiliki pengikut yang menggunakan media sosial untuk mempromosikan atau membela paslon masing-masing. Secara bersamaan, ujaran kebencian di media sosial juga bertebaran dari kedua belah pihak.

Ingin membaca artikel selengkapnya?

Inilah alasan Anda sebaiknya berlangganan

KUNJUNGI KOMPAS KIOSK >

Dunia Baru Informasi Digital

+ Unlimited Website Access + Mobile & Tablet Apps + Exclusive Breaking News


Silakan login untuk mengakses artikel lengkapnya. Daftar dan dapatkan akses selama 7 hari untuk pengguna baru!

Baca Juga

  • Argumentasi

    Segala Tindakan Dinilai Imron Mustofa, Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah, Universitas Islam Negeri Yogyakarta Kemudahan akses internet membuat banyak orang lebih sering bersinggungan dengan media

  • Medsos buat Kampanye

    SEMARANG, KOMPAS Pasangan calon yang berkompetisi dalam pemilihan kepala daerah serentak pada 9 Desember 2015 banyak yang memakai media sosial untuk berkampanye. Selain relatif murah, media sosial ju

  • Media Sosial Jadi Kanal Informasi Baru

    Media sosial kini telah menjadi ”dunia kedua” bagi penggunanya. Tidak lagi hanya sebagai sarana komunikasi antarorang atau komunitas, media sosial juga telah menjadi sumber informasi. Media sosial ada

  • Media Sosial dan Demokrasi Digital

    Orang dekat Presiden ke-7 RI Joko Widodo dan Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono membantah kedua elite politik itu saling sindir. Namun, netizen atau pengguna internet telanjur menilai Jokowi-Yu

  • Tindakan Tegas Diminta

    JAKARTA, KOMPAS Maraknya berita bohong dan menjurus fitnah di media sosial dan situs media daring menyita perhatian Presiden Joko Widodo. Presiden Jokowi meminta ada tindakan tegas dan keras terhadap

  • Berada di Media Sosial

    Media sosial sudah lama muncul di dunia maya. Tidak sedikit korporasi yang menggunakan media sosial. Meski demikian, masih banyak korporasi yang bingung untuk memasuki dunia media sosial. Ada beberapa

KOMENTAR

Ayo sampaikan pendapat Anda tentang artikel ini!
Login untuk submit komentar.

Kembali ke Atas