Rubrik

dikbud > kebudayaan > Daya Juang Perempuan Mempertahankan Wilayah Adat


KIPRAH

Daya Juang Perempuan Mempertahankan Wilayah Adat

Kiprah perempuan dalam memperjuangkan dan mempertahankan wilayah adat nyata. Mereka pun menghadapi ancaman dan intimidasi, sama dengan lelaki. Namun, peran mereka kerap dinisbikan, hanya sebagai pelengkap. Padahal, beban yang mereka tanggung berat.

Ingin membaca artikel selengkapnya?

Inilah alasan Anda sebaiknya berlangganan

KUNJUNGI KOMPAS KIOSK >

Dunia Baru Informasi Digital

+ Unlimited Website Access + Mobile & Tablet Apps + Exclusive Breaking News


Silakan login untuk mengakses artikel lengkapnya. Daftar dan dapatkan akses selama 7 hari untuk pengguna baru!

Baca Juga

  • Perlindungan Hak Digital Diutamakan

    JAKARTA, KOMPAS Kebijakan perlindungan hak digital dinilai menjadi terobosan agar warga menyampaikan keberatan atas konten yang diunggah di platform digital. Kebijakan ini juga dinilai akan melindun

  • Geng Motor Berulah Lagi

    BANDUNG, KOMPAS Geng motor berulah lagi di Kota Bandung, Jawa Barat. Pada Minggu (19/3) sekitar pukul 02.00, Pemimpin Redaksi Radio PR FM Muhammad Fauzi AS (24) menjadi korban pengeroyokan belasan o

  • Dokter Residen Harus Mendapat Insentif

    YOGYAKARTA, KOMPAS Peserta pendidikan dokter spesialis dan subspesialis yang menjalani kerja praktik di rumah sakit harus mendapat insentif. Peserta pendidikan dokter spesialis dan subspesialis tidak

  • Melindungi Hak Anak mulai dari Akarnya

    Keterbatasan pengetahuan dan ekonomi membuat anak di desa-desa kecil di Jawa Tengah rentan. Mereka kerap terjebak perkawinan di bawah umur yang berakibat kehamilan dini dan putusnya akses pendidikan.

  • Mewarisi Tenun Sekomandi

    Beberapa tahun silam, tenun sekomandi dari Mamuju, Sulawesi Barat, terancam punah akibat jumlah perajinnya kian berkurang. Padahal, kain itu merupakan warisan leluhur yang menyimpan sejarah dan nilai

  • Kilas Daerah

    Bersepeda untuk Kampanye Reforestasi PALANGKARAYA — Michael ”Michi” Zeh (28), guru asal Jerman, berkeliling dunia dengan sepeda sebagai bentuk kampanye reforestasi. Ia memulai perjalanan awal 2016.

KOMENTAR

Ayo sampaikan pendapat Anda tentang artikel ini!
Login untuk submit komentar.

Kembali ke Atas