Rubrik

dikbud > kebudayaan > Perlu Intervensi Kebudayaan


Perlu Intervensi Kebudayaan

Budaya Patriarki Masih Dominan

JAKARTA, KOMPAS — Indeks pembangunan jender Indonesia masih rendah, yaitu di posisi ke-142 dari 209 negara. Untuk meningkatkannya tidak hanya dengan intervensi formal seperti di bidang pendidikan, tetapi harus ada pula intervensi kebudayaan.

Ingin membaca artikel selengkapnya?

Inilah alasan Anda sebaiknya berlangganan

KUNJUNGI KOMPAS KIOSK >

Dunia Baru Informasi Digital

+ Unlimited Website Access + Mobile & Tablet Apps + Exclusive Breaking News


Silakan login untuk mengakses artikel lengkapnya. Daftar dan dapatkan akses selama 7 hari untuk pengguna baru!

Baca Juga

  • Ketika Memberi Tidak Berarti Kehilangan

    Dunia bisnis tidak lagi hanya berarti memburu keuntungan sebesar-besarnya. Perubahan-perubahan nilai di masyarakat telah menggeser makna pergulatan dunia bisnis dari sekadar memupuk keuntungan semata

  • Bibliotika!

    Mahasiswa UI Mengajar ♦ Penyunting: Dodi Prananda & Gita Laras W ♦ Penerbit: Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia, 2015 ♦ ISBN: 979245424-6 Gerakan Universitas Indonesia Meng

  • UN Tak Lagi Menakutkan

    Kita apresiasi keputusan penghapusan ujian nasional sebagai penentu kelulusan. Otoritas menilai hasil belajar siswa dikembalikan kepada guru. Hakikat ujian, tes atau penilaian, integral dalam prose

  • Belajar dan Berbagi dengan Menulis

    Dibandingkan dengan negara-negara lain, Indonesia termasuk yang rendah dalam memproduksi buku setiap tahun. Kondisi ini berdampak pada kemajuan pendidikan di Indonesia. Itu sebabnya, di negara ini per

  • Presiden Minta Jaga Ketahanan Keluarga

    MALANG, KOMPAS Muslimat dinilai cepat menanggapi perubahan dunia. Organisasi perempuan sayap Nahdlatul Ulama tersebut diharapkan tetap memperkuat komitmennya untuk berjuang demi bangsa dan negara. Sa

  • Politik Kewarganegaraan

    Nasionalisme adalah energi vital perjuangan melawan dominasi asing yang menghambat kemandirian politik dan ekonomi bangsa. Tenun kebangsaan beraneka corak identitas politik berbasis (keyakinan) agama,

KOMENTAR

Ayo sampaikan pendapat Anda tentang artikel ini!
Login untuk submit komentar.

Kembali ke Atas