Rubrik

dikbud > kebudayaan > Bonus Demografi Terancam


Bonus Demografi Terancam

Narkoba Terus Mengintai Kalangan Pelajar-Mahasiswa

JAKARTA, KOMPAS — Peredaran dan penyalahgunaan narkotika, psikotropika, dan zat adiktif mengancam bonus demografi Indonesia. Apalagi, penyalah guna narkoba didominasi oleh angkatan kerja yang disiapkan menjadi generasi emas pada tahun 2045. Koordinasi antarlembaga pemerintah dan swasta perlu lebih optimal.

Ingin membaca artikel selengkapnya?

Inilah alasan Anda sebaiknya berlangganan

KUNJUNGI KOMPAS KIOSK >

Dunia Baru Informasi Digital

+ Unlimited Website Access + Mobile & Tablet Apps + Exclusive Breaking News


Silakan login untuk mengakses artikel lengkapnya. Daftar dan dapatkan akses selama 7 hari untuk pengguna baru!

Baca Juga

  • Angkatan Kerja Masih Sulit Bersaing

    JAKARTA, KOMPAS — Hampir 70 persen angkatan kerja Indonesia berpendidikan maksimal setara SMP. Itu membuat harapan meraih bonus demografi 2020-2030 lebih sulit. Mereka yang berpendidikan minimal setar

  • Mengkaji Ulang Program KB

    Indonesia belum perlu mengubah kebijakan pengendalian penduduk, tetapi perlu menajamkan sasaran sesuai tahapan bonus demografi daerah dan menghormati hak reproduksi pasangan. Saat ini dunia berubah

  • Kilas Daerah

    Jatim Siap Melatih 28.000 OrangSURABAYA — Pemerintah Provinsi Jawa Timur akan membuka kesempatan bagi 28.000 pencari kerja untuk mengikuti pelatihan keterampilan. Pelatihan diperlukan untuk menghas

  • Emisi Obligasi Korporasi Naik

    JAKARTA, KOMPAS Emisi obligasi korporasi pada tahun 2017 diperkirakan bisa mencapai Rp 119 triliun. Namun, sebagian besar emisi obligasi korporasi itu masih berdurasi lima tahun sehingga belum dapat

  • Tenaga Kerja Asing Mengancam

    DENPASAR, KOMPAS Lapangan kerja di Indonesia terancam diserbu tenaga kerja asing karena ketiadaan tenaga ahli yang dihasilkan dari dalam negeri. Apalagi, kebutuhan akan tenaga kerja yang memiliki k

  • Anggaran Lebih Banyak untuk Revitalisasi BLK

    JAKARTA, KOMPAS Kementerian Ketenagakerjaan memutuskan alokasi anggaran pembinaan pelatihan dan produktivitas tenaga kerja tahun 2018 sebesar Rp 2,2 triliun. Penggunaannya lebih banyak untuk revitalis

KOMENTAR

Ayo sampaikan pendapat Anda tentang artikel ini!
Login untuk submit komentar.

Kembali ke Atas