Rubrik

dikbud > pendidikan > Mengenang Tiga Tokoh Pendidikan


PELUNCURAN BUKU

Mengenang Tiga Tokoh Pendidikan

JAKARTA, KOMPAS — Perjuangan agar terbebas dari penjajah tidak harus dengan cara mengangkat senjata, tetapi dapat pula dilakukan dengan menanamkan kesadaran kebangsaan lewat pendidikan. Perjuangan melalui jalur pendidikan ini dilakukan oleh tiga tokoh pendidik Indonesia, yaitu Willem Iskander, Ki Hadjar Dewantara, dan Engku Muhammad Syafei.

Ingin membaca artikel selengkapnya?

Inilah alasan Anda sebaiknya berlangganan

KUNJUNGI KOMPAS KIOSK >

Dunia Baru Informasi Digital

+ Unlimited Website Access + Mobile & Tablet Apps + Exclusive Breaking News


Silakan login untuk mengakses artikel lengkapnya. Daftar dan dapatkan akses selama 7 hari untuk pengguna baru!

Baca Juga

  • Chiropraktik, Semuanya Dilakukan dengan Tangan

    Sepekan terakhir, chiropraktik ramai diberitakan di sejumlah media massa menyusul penutupan sejumlah klinik chiropraktik di Jakarta. Selain tak punya izin, seorang pasien Klinik Ciropractic First, Jak

  • Kepahlawanan Tanpa Kekerasan

    Karena keyakinannya, Desmond T Doss sama sekali tidak mau memegang senjata. Ketika ditugaskan ke medan perang, dia memilih jalannya sendiri dengan menyelamatkan para prajurit yang terluka. Inilah waja

  • Mencegah Kebangkrutan BPJS

    Badan Penyelenggara Jaminan Sosial bisa bangkrut. Ungkapan ini sering terdengar terkait dengan isu defisit yang dialami BPJS Kesehatan saat ini dan menjadi polemik di tengah besarnya animo masyarakat

  • Yaman di Ambang Kehancuran

    Serangan terhadap gedung Kedutaan Besar Republik Indonesia di Sana’a, Yaman, Senin (20/4), menegaskan bertambah buruknya situasi di negeri yang terletak di ujung selatan Semenanjung Arab itu. Reaksi I

  • Menemukan Makna Hidup dalam Musibah

    Melalui bencana ataupun kesulitan hidup, manusia justru dapat menunjukkan ketangguhan sebagai individu. Pengalaman pahit yang memberi makna pada kehidupan hampir selalu menjadi dasar untuk membentuk m

  • Keluar Jakarta Macet Parah

    BREBES, KOMPAS Pemudik yang akan meninggalkan Jakarta hampir bersamaan pada Kamis (22/6) malam menyebabkan kemacetan parah di dalam kota Jakarta. Arus kendaraan nyaris tidak bergerak dari Slipi-Cawan

KOMENTAR

Ayo sampaikan pendapat Anda tentang artikel ini!
Login untuk submit komentar.

Kembali ke Atas