Rubrik

dikbud > pendidikan > Hindari Komodifikasi Berita Sadis


MEDIA INFORMASI

Hindari Komodifikasi Berita Sadis

JAKARTA, KOMPAS — Fenomena merebaknya berita-berita sadis baik dalam bentuk video, foto, maupun berita yang tersebar melalui media sosial ataupun media arus utama semakin memprihatinkan. Media ditantang untuk semakin selektif dan mampu mengendalikan diri agar tidak mudah menyebarluaskan berita-berita sadis yang menyesatkan masyarakat.

Ingin membaca artikel selengkapnya?

Inilah alasan Anda sebaiknya berlangganan

KUNJUNGI KOMPAS KIOSK >

Dunia Baru Informasi Digital

+ Unlimited Website Access + Mobile & Tablet Apps + Exclusive Breaking News


Silakan login untuk mengakses artikel lengkapnya. Daftar dan dapatkan akses selama 7 hari untuk pengguna baru!

Baca Juga

  • Ragam Pustaka

    Pilar Kelima Demokrasi IndonesiaJatuhnya rezim otoritarianisme telah mengantarkan kita pada suatu era yang disebut Era Reformasi. Era yang memberikan warna baru bagi proses demokrasi, di mana segenap

  • Peredaran Dilakukan Melalui Media Sosial

    SEMARANG, KOMPAS Peredaran tembakau gorilla yang merupakan narkotika jenis baru mulai marak di Jawa Tengah. Kepolisian Daerah Jawa Tengah menyita 18 linting tembakau jenis ini dari sejumlah operasi a

  • Kekerasan Visualdi Media Sosial

    Untuk kesekian kalinya terjadi lagi kekerasan sosial yang dimediasikan lewat media sosial. Semuanya itu berpangkal pada ujaran kebencian yang dilemparkan seseorang yang tidak bertanggung jawab  melalu

  • Populisme di Era Teknologi Informasi

    Ketika 45 tahun lalu Alfin Toffler menerbitkan karyanya, Future Shock (1970), banyak orang tersentak dan tersadarkan: bahwa kita sebenarnya sedang menjalani perubahan besar, perubahan yang ditarik ole

  • Surat Kepada Redaksi

    Tanggung Jawab Pemberitaan Mengikuti dan mencermati pemberitaan yang beredar pasca ledakan di kawasan MH Thamrin, Jakarta, (Kamis, 14/1), bersama ini saya mengecam keras media-media formal yang sela

  • Pers dan Penyaringan Berita

    Pemberitaan di media kini berlimpah, aktor yang berperan di baliknya pun beragam. Namun, tidak semua informasi yang diberitakan merupakan kebenaran tanpa ditutupi atau dimanipulasi. Proses penyaring

KOMENTAR

Ayo sampaikan pendapat Anda tentang artikel ini!
Login untuk submit komentar.

Kembali ke Atas