Rubrik

dikbud > pendidikan > Hindari Komodifikasi Berita Sadis


MEDIA INFORMASI

Hindari Komodifikasi Berita Sadis

JAKARTA, KOMPAS — Fenomena merebaknya berita-berita sadis baik dalam bentuk video, foto, maupun berita yang tersebar melalui media sosial ataupun media arus utama semakin memprihatinkan. Media ditantang untuk semakin selektif dan mampu mengendalikan diri agar tidak mudah menyebarluaskan berita-berita sadis yang menyesatkan masyarakat.

Ingin membaca artikel selengkapnya?

Inilah alasan Anda sebaiknya berlangganan

KUNJUNGI KOMPAS KIOSK >

Dunia Baru Informasi Digital

+ Unlimited Website Access + Mobile & Tablet Apps + Exclusive Breaking News


Silakan login untuk mengakses artikel lengkapnya. Daftar dan dapatkan akses selama 7 hari untuk pengguna baru!

Baca Juga

  • Argumentasi

    Mengunggah Hasil Diskusi Maulida Dzul Fikri, Mahasiswa Sastra Arab Fakultas Adab dan Humaniora, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta Cinta Tanah Air dapat ditunjukkan dengan hal-hal sederhana, mulai

  • Peredaran Dilakukan Melalui Media Sosial

    SEMARANG, KOMPAS Peredaran tembakau gorilla yang merupakan narkotika jenis baru mulai marak di Jawa Tengah. Kepolisian Daerah Jawa Tengah menyita 18 linting tembakau jenis ini dari sejumlah operasi a

  • Kuis Kebab untuk Interaksi

    Perkembangan teknologi yang pesat dimanfaatkan masyarakat untuk mencari rezeki. Adi Rachman, salah seorang pelaku usaha, menggunakan media sosial untuk mendongkrak penjualan produk kebab mini cepat sa

  • Kekerasan Visualdi Media Sosial

    Untuk kesekian kalinya terjadi lagi kekerasan sosial yang dimediasikan lewat media sosial. Semuanya itu berpangkal pada ujaran kebencian yang dilemparkan seseorang yang tidak bertanggung jawab  melalu

  • Surat Kepada Redaksi

    Tanggung Jawab Pemberitaan Mengikuti dan mencermati pemberitaan yang beredar pasca ledakan di kawasan MH Thamrin, Jakarta, (Kamis, 14/1), bersama ini saya mengecam keras media-media formal yang sela

  • Pers dan Penyaringan Berita

    Pemberitaan di media kini berlimpah, aktor yang berperan di baliknya pun beragam. Namun, tidak semua informasi yang diberitakan merupakan kebenaran tanpa ditutupi atau dimanipulasi. Proses penyaring

KOMENTAR

Ayo sampaikan pendapat Anda tentang artikel ini!
Login untuk submit komentar.

Kembali ke Atas