Rubrik

dikbud > pendidikan > Akses Buku Didekatkan ke Masyarakat


Gerakan Literasi

Akses Buku Didekatkan ke Masyarakat

BOGOR, KOMPAS — Akses buku bacaan di masyarakat yang masih rendah, terutama di daerah pinggiran dan terpencil, perlu diatasi. Sebab, ketersediaan buku bacaan yang menarik dan sesuai kebutuhan masyarakat efektif untuk menumbuhkan minat baca keluarga dan masyarakat.

Ingin membaca artikel selengkapnya?

Inilah alasan Anda sebaiknya berlangganan

KUNJUNGI KOMPAS KIOSK >

Dunia Baru Informasi Digital

+ Unlimited Website Access + Mobile & Tablet Apps + Exclusive Breaking News


Silakan login untuk mengakses artikel lengkapnya. Daftar dan dapatkan akses selama 7 hari untuk pengguna baru!

Baca Juga

  • Keluarga BerperanPacu Minat Baca Anak

    JAKARTA, KOMPAS Di tengah kegandrungan akan gawai, minat baca pada anak tetap dapat diupayakan. Sejumlah kalangan membuktikannya. Kuncinya, menyediakan bahan-bahan bacaan yang mudah dijangkau dan

  • Belajar Bisa di Mana Saja

    Pusat belajar masyarakat yang terbuka terus dikembangkan dengan sokongan perusahaan, lembaga swadaya masyarakat, ataupun perorangan. Dalam berbagai bentuknya, kegiatan itu berusaha mendorong masyarak

  • Menghadirkan Taman Bacaan Saat Bencana

    Bukannya sibuk membangun kembali rumah keluarga yang hancur akibat gempa melanda Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, pada 2006, Saiful Hadi (47) justru memprioritaskan pendirian sanggar anak-anak. S

  • Pacu Daya Imajinasi Anak dengan Bacaan Beragam

    TANGERANG SELATAN, KOMPAS Penggunaan buku teks yang seragam cenderung menyulitkan sejumlah siswa sekolah dasar menyerap informasi. Untuk melayani siswa dengan daya serap berbeda-beda, perlu modifik

  • USAID Latih Calon Fasilitator Pengajaran

    TANGERANG SELATAN, KOMPAS USAID PRIORITAS (Prioritizing Reform, Innovation, Opportunities for Reaching Indonesia’s Teacher, Administrators, and Students), bekerja sama dengan Kementerian Pendidikan

  • Dongeng Bangun Karakter

    JAKARTA, KOMPAS Di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital, buku bacaan anak atau buku dongeng perlu terus diberikan kepada anak. Dongeng masih menjadi instrumen penting untuk menanamkan pendi

KOMENTAR

Ayo sampaikan pendapat Anda tentang artikel ini!
Login untuk submit komentar.

Kembali ke Atas