Rubrik

dikbud > pendidikan > Guru SMA/SMK Swasta Keluhkan Hilangnya Insentif


KESEJAHTERAAN

Guru SMA/SMK Swasta Keluhkan Hilangnya Insentif

YOGYAKARTA, KOMPAS — Para guru SMA/SMK swasta di Daerah Istimewa Yogyakarta mengeluhkan hilangnya insentif bagi mereka yang dulu diberikan oleh pemerintah daerah. Insentif tersebut tidak lagi diberikan setelah alih kelola SMA/SMK beralih dari pemerintah kabupaten/kota ke pemerintah provinsi sejak awal 2017.

Ingin membaca artikel selengkapnya?

Inilah alasan Anda sebaiknya berlangganan

KUNJUNGI KOMPAS KIOSK >

Dunia Baru Informasi Digital

+ Unlimited Website Access + Mobile & Tablet Apps + Exclusive Breaking News


Silakan login untuk mengakses artikel lengkapnya. Daftar dan dapatkan akses selama 7 hari untuk pengguna baru!

Baca Juga

  • Sikap Warga NU terhadap PKI

    Tahun 1951/1952 saat masih di SD, saya melihat di meja kerja ayah saya sebuah foto tentang seorang laki-laki yang ditutup matanya berdiri di depan sejumlah orang yang mengarahkan senjata ke arah lel

  • Tes Kebangsaan

    Ekspresi keberagamaan kaum urban mengalami pergeseran ke arah konservatif, tetapi tidak melupakan unsur trendi. Mereka tampil di televisi dan media sosial dengan simbol-simbol keagamaan sembari mendul

  • Ada Jiwa dalam Setiap Ulos

    Naiknya pamor kain-kain Nusantara menggelitik para pencinta ulos, kain tradisional Batak di Sumatera Utara. Apalagi, pada 17 Oktober 2014, Ulos Toba telah ditetapkan sebagai Warisan Budaya Tak Benda o

  • Mereka yang Menyalakan Lilin dan Memberikan Harapan

    Lepas dari citra DPR saat ini yang sering dipandang miring terkait agenda pemberantasan korupsi, bangsa ini semestinya tak melupakan jasa para wakil rakyat ketika mereka punya ide membentuk lembaga i

  • Dulu Angon Bebek, Kini Beternak Blog

    Orang-orang dengan profesi baru di media sosial seperti sekarang ini tidak muncul begitu saja. Mereka adalah para penyintas yang berjuang untuk bertahan hidup dan tetap eksis. Mereka yang semula ang

  • Silaturahim Mereka yang Serahim Pun Koyak

    Tahun 2006 menjadi ujian terberat bagi warga Desa Akelamo Kao di Pulau Halmahera, Maluku Utara, yang terseret badai konflik tapal batas. Warga yang memilih Halmahera Barat bertahan, sedangkan yang ber

KOMENTAR

Ayo sampaikan pendapat Anda tentang artikel ini!
Login untuk submit komentar.

Kembali ke Atas