Rubrik

dikbud > pendidikan > Akses untuk 11 Domain Telegram Diputus


RADIKALISME

Akses untuk 11 Domain Telegram Diputus

JAKARTA, KOMPASKementerian Komunikasi dan Informatika meminta internet service provider (ISP) untuk melakukan pemutusan akses (pemblokiran) terhadap 11 domain name system (DNS) milik Telegram. Banyak sekali kanal di layanan tersebut yang dinilai bermuatan propaganda radikalisme, terorisme, paham kebencian, ajakan atau cara merakit bom, cara melakukan penyerangan, menyajikan gambar tak pantas (disturbing images), dan lain-lain yang bertentangan dengan peraturan perundang-undangan di Indonesia.

Ingin membaca artikel selengkapnya?

Inilah alasan Anda sebaiknya berlangganan

KUNJUNGI KOMPAS KIOSK >

Dunia Baru Informasi Digital

+ Unlimited Website Access + Mobile & Tablet Apps + Exclusive Breaking News


Silakan login untuk mengakses artikel lengkapnya. Daftar dan dapatkan akses selama 7 hari untuk pengguna baru!

Baca Juga

  • Indosat Ooredoo Gandeng Google

    JAKARTA, KOMPAS Operator telekomunikasi Indosat Ooredoo meluncurkan layanan internet kabel rumahan atau fixed broadband. Untuk saat ini, layanan tersebut menyasar pengguna yang tinggal di apartemen.I

  • Pemblokiran demi Keamanan Negara

    JAKARTA, KOMPAS Presiden Joko Widodo menegaskan, pemblokiran layanan media sosial Telegram Messenger dilakukan demi menjaga keamanan masyarakat dan negara. Pemerintah menemukan ribuan data dan inform

  • Tanda Tangan Digital Antisipasi Pungli

    JAKARTA, KOMPAS Kementerian Perdagangan meluncurkan pelayanan perizinan daring dengan tanda tangan digital. Melalui sistem layanan tersebut, kemudahan dalam berusaha akan semakin efisien, transparans

  • Peretasan Situs Telkomsel dan ”Hacktivism”

    ”Murahin harga KUOTA INTERNET, ” . Pesan itu sangat jelas. Pada laman situs resmi Telkomsel yang diretas, Jumat (28/4), pelaku menyampaikan pesan kepada raksasa operator seluler itu agar menurunkan ha

  • Ketika Anak Jadi Menteri

    ”Ibu Deputi, mari kita cari solusi daripada berdebat begini.” Dengan tegas, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (yang diperankan Priscilla Mariana) mengakhiri perdebatan antara peti

  • Menyemai Gadai di Tengah Kaum Milenial

    Era transaksi gadai yang kadang disebut kuno dan ribet sudah lewat. Kini gadai digemari masyarakat. Lebih maju lagi, kini gadai mampu menggapai generasi milenial. Usia muda telah mengenal gadai. Pada

KOMENTAR

Ayo sampaikan pendapat Anda tentang artikel ini!
Login untuk submit komentar.

Kembali ke Atas