Rubrik

ekonomi > energi > Laba Pertamina Rp 42 Triliun


Laba Pertamina Rp 42 Triliun

RUPS Mengangkat Elia Massa Manik Jadi Direktur Utama

JAKARTA, KOMPAS — PT Pertamina (Persero) meraih laba bersih 3,15 miliar dollar AS atau setara Rp 42 triliun untuk kinerja sepanjang tahun 2016. Pencapaian tersebut lebih tinggi daripada perolehan tahun 2015 yang hanya 1,42 miliar dollar AS atau sekitar Rp 18,9 triliun.

Ingin membaca artikel selengkapnya?

Inilah alasan Anda sebaiknya berlangganan

KUNJUNGI KOMPAS KIOSK >

Dunia Baru Informasi Digital

+ Unlimited Website Access + Mobile & Tablet Apps + Exclusive Breaking News


Silakan login untuk mengakses artikel lengkapnya. Daftar dan dapatkan akses selama 7 hari untuk pengguna baru!

Baca Juga

  • Efisiensi Operasi Topang Laba Pertamina

    JAKARTA, KOMPAS Efisiensi operasi menjadi penyumbang terbesar terhadap laba bersih PT Pertamina (Persero) hingga triwulan III-2016 yang tercatat sebanyak 2,83 miliar dollar AS. Capaian tersebut lebih

  • Rupiah, Brexit, dan Pengampunan Pajak

    Rupiah tiba-tiba menguat ke Rp 13.100 per dollar AS belakangan ini. Padahal, tidak ada banyak perubahan pada fundamen ekonomi kita. Berarti, terdapat kekuatan eksternal yang menggerakkannya. Sudah p

  • Pasar Keuangan Tetap Stabil

    JAKARTA, KOMPAS Para pelaku di pasar keuangan mulai bisa membedakan sentimen yang berasal dari faktor ekonomi dan faktor nonekonomi. Kegaduhan sosial dan politik belakangan ini tidak terlalu memenga

  • Kaya Berkat Saham Teknologi

    Meningkatnya harga saham-saham teknologi membuat perubahan pada susunan orang terkaya di Amerika Serikat versi majalah Forbes tahun ini. CEO Amazon.com Jeff Bezos dan CEO Facebook Mark Zuckerberg melo

  • Kinerja Ekspor Mengkhawatirkan

    JAKARTA, KOMPAS Ekspor produk manufaktur pada Januari-September 2016 tercatat sebesar 79,8 miliar dollar AS, turun 3,52 persen dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu. Tren penurunan ini men

  • Tantangan Diplomasi Ekonomi

    Identifikasi yang dilakukan sejauh ini menunjukkan bahwa Amerika Serikat di bawah kepemimpinan Donald Trump kemungkinan besar akan memperkuat ketidakpastian perekonomian dunia, termasuk perekonomian n

KOMENTAR

Ayo sampaikan pendapat Anda tentang artikel ini!
Login untuk submit komentar.

Kembali ke Atas