Rubrik

ekonomi > finansial > Suku Bunga Memberatkan


Suku Bunga Memberatkan

Sektor Usaha Tengah Berhati-hati dalam Mengelola Usaha

JAKARTA, KOMPAS — Pelaku usaha menengah ke bawah melihat penurunan suku bunga kredit bank semakin melambat dan terlalu tinggi. Kondisi tersebut menyebabkan pengusaha terpaksa menggunakan modal sendiri untuk meningkatkan kapasitas produksi menjelang Ramadhan dan Lebaran.

Ingin membaca artikel selengkapnya?

Inilah alasan Anda sebaiknya berlangganan

KUNJUNGI KOMPAS KIOSK >

Dunia Baru Informasi Digital

+ Unlimited Website Access + Mobile & Tablet Apps + Exclusive Breaking News


Silakan login untuk mengakses artikel lengkapnya. Daftar dan dapatkan akses selama 7 hari untuk pengguna baru!

Baca Juga

  • KPPU Selidiki Dugaan Pelanggaran

    JAKARTA, KOMPAS Komisi Pengawas Persaingan Usaha menyelidiki dugaan pelanggaran persaingan usaha yang tidak sehat terkait penjualan gas oleh PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk. Harga jual gas y

  • Pemulihan Ekonomi AS Ditanggapi Dingin

    Akhir pekan lalu, data sektor tenaga kerja Amerika Serikat menunjukkan penguatan pemulihan ekonomi AS. Setelah pengumuman data ekonomi AS, kejatuhan pasar saham di Asia berlanjut. Pasar saham di kawas

  • Jangan Tergoda untuk Tidak Disiplin Fiskal

    Ada dua “ritual“ data dan kebijakan perekonomian Amerika Serikat yang ditunggu para pelaku ekonomi di seluruh dunia. Pertama, statistik penyerapan tenaga kerja bulanan. Kedua, kebijakan suku bunga b

  • Stok Bawang Putih dan Kedelai Kurang

    SURABAYA, KOMPAS Stok bawang putih dan kedelai menjelang bulan puasa dan Lebaran 2017 di Jawa Timur masih kurang. Pemerintah Provinsi Jawa Timur akan menambah pasokan. Sementara itu, Pemprov Jawa

  • Konsolidasikan Ekonomi

    Badan Pusat Statistik mengumumkan, pertumbuhan ekonomi pada triwulan II sedikit lebih rendah daripada triwulan sebelumnya, menjadi 4,67 persen. Pertumbuhan ekonomi triwulan II yang lebih rendah dib

  • Kontribusi Ekonomi Timpang

    JAKARTA, KOMPAS Kontribusi ekonomi antarwilayah di Indonesia masih timpang. Permasalahan itu bisa diatasi dengan membenahi biaya logistik dan meratakan pertumbuhan ekonomi ke luar Jawa. Langkah itu b

KOMENTAR

Ayo sampaikan pendapat Anda tentang artikel ini!
Login untuk submit komentar.

Kembali ke Atas