Rubrik

ekonomi > makro > Strategi Berkelanjutan Atasi Ketimpangan


WAWANCARA KHUSUS

Strategi Berkelanjutan Atasi Ketimpangan

Rezim demi rezim yang berkuasa di Indonesia punya gaya dan prioritas pembangunannya sendiri-sendiri. Harus diakui, dengan berbagai kekurangannya, rezim demi rezim itu mendorong kemajuan. Namun, persoalan paling mendasar mengenai ketimpangan dan rendahnya kualitas sumber daya manusia tak diatasi menggunakan strategi berkelanjutan.

Ingin membaca artikel selengkapnya?

Inilah alasan Anda sebaiknya berlangganan

KUNJUNGI KOMPAS KIOSK >

Dunia Baru Informasi Digital

+ Unlimited Website Access + Mobile & Tablet Apps + Exclusive Breaking News


Silakan login untuk mengakses artikel lengkapnya. Daftar dan dapatkan akses selama 7 hari untuk pengguna baru!

Baca Juga

  • Efek Jokowi

    Proses Joko Widodo menggapai puncak kekuasaan ataupun gaya kepemimpinannya menjadi dua topik penting, yang mungkin tidak akan habis-habisnya diperbincangkan.Pencapaian Jokowi dalam bidang politik term

  • Langkan

    Dunia Usaha dan Perguruan Tinggi Bersinergi Dunia usaha dan lembaga pendidikan di Indonesia semestinya saling menunjang untuk mendorong kemajuan dan daya saing bangsa. Namun, potensi tersebut belu

  • Kilas Ekonomi

    Bank Mandiri Dorong Atambua PT Bank Mandiri (Persero) Tbk mendorong kemajuan ekonomi di wilayah perbatasan Indonesia, antara lain dengan menyalurkan pembiayaan di Atambua, Nusa Tenggara Timur, yang

  • Kaum Muda Merdeka Berkarya

    JAKARTA, KOMPAS — Indonesia semakin ditantang untuk berkiprah di dunia yang kini nyaris tanpa batas berkat teknologi informasi. Perlahan tetapi pasti, sejumlah anak muda dari berbagai penjuru Nusantar

  • Zaman Besar, Manusia Kerdil

    Semasa era pergerakan, Bung Hatta kerap mengutip sindiran pujangga Jerman, Johann CF von Schiller: ”Abadnya abad besar yang melahirkan zaman besar, tetapi momen besar itu hanya menemukan manusia kerdi

  • Menggali Etos Bangsa

    Indonesia, tak terelakkan merupakan bangsa yang religius. Setidaknya sebagaimana direkam dalam sila pertama Pancasila: Ketuhanan yang Maha Esa. Religiositas itu sendiri berimpitan dengan etos spiritua

KOMENTAR

Ayo sampaikan pendapat Anda tentang artikel ini!
Login untuk submit komentar.

Kembali ke Atas