Rubrik

ekonomi > makro > Bank Dunia Proyeksikan 5,3 Persen


PERTUMBUHAN EKONOMI

Bank Dunia Proyeksikan 5,3 Persen

JAKARTA, KOMPAS — Bank Dunia memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia ratarata 5,3 persen pada 2017-2019. Di tengah tantangan eksternal, peningkatan kualitas fiskal dan optimalisasi Masyarakat Ekonomi ASEAN bisa menjaga momentum pertumbuhan ekonomi.

Ingin membaca artikel selengkapnya?

Inilah alasan Anda sebaiknya berlangganan

KUNJUNGI KOMPAS KIOSK >

Dunia Baru Informasi Digital

+ Unlimited Website Access + Mobile & Tablet Apps + Exclusive Breaking News


Silakan login untuk mengakses artikel lengkapnya. Daftar dan dapatkan akses selama 7 hari untuk pengguna baru!

Baca Juga

  • ADB Rencanakan Menambah Pinjaman

    JAKARTA, KOMPAS Bank Pembangunan Asia (ADB) berencana menambah pinjaman untuk pembiayaan infrastruktur dan program pembangunan lainnya di Indonesia. Plafon pinjaman, yang saat ini sebesar 1,5 miliar

  • Rosan Perkasa Roeslani dan Reindustrialisasi

    Rosan Perkasa Roeslani terpilih sebagai Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia periode 2015-2020. Menurut Rosan, dalam menghadapi faktor perekonomian global, termasuk persaingan region

  • Tiongkok Percepat Relokasi

    Hingga Jumat (15/1), marak berita tentang penurunan indeks saham global dan merosotnya harga berbagai jenis komoditas. Harga minyak anjlok ke level 29 dollar AS per barrel. Pelemahan pertumbuhan eko

  • Ekonomi Tahun 2017 Berpotensi Membaik

    JAKARTA, KOMPAS Sepanjang tahun 2016, pemerintah melakukan sejumlah reformasi struktural. Apabila eksekusinya terus dilanjutkan dengan baik, hal itu akan menjadi fondasi yang baik untuk pertumbuhan ek

  • Asia DiharapkanMenjadi Mesin Ekonomi

    HAINAN, KOMPAS Negara-negara di kawasan Asia harus bahu-membahu agar Asia tetap bisa menjadi mesin pertumbuhan ekonomi dunia. Kerja sama ekonomi dan perdagangan di regional Asia harus diperkuat. Dem

  • Target Pengangguran Bisa Meleset

    JAKARTA, KOMPAS Pelambatan pertumbuhan ekonomi bisa membuat pembangunan ekonomi meleset dari target. Padahal, pembangunan berkaitan dengan angka pengangguran dan kemiskinan di Indonesia. ”Kami sudah

KOMENTAR

Ayo sampaikan pendapat Anda tentang artikel ini!
Login untuk submit komentar.

Kembali ke Atas