Rubrik

ekonomi > makro > Penurunan Pertumbuhan Perlu Segera Diantipasi


INDUSTRI

Penurunan Pertumbuhan Perlu Segera Diantipasi

SURABAYA, KOMPAS — Industri pengolahan masih menjadi sumber pertumbuhan tertinggi bagi perekonomian Indonesia pada 2016. Namun, dukungan di berbagai aspek dari semua pemangku kepentingan dibutuhkan untuk mengantisipasi kecenderungan penurunan pertumbuhan sektor tersebut.

Ingin membaca artikel selengkapnya?

Inilah alasan Anda sebaiknya berlangganan

KUNJUNGI KOMPAS KIOSK >

Dunia Baru Informasi Digital

+ Unlimited Website Access + Mobile & Tablet Apps + Exclusive Breaking News


Silakan login untuk mengakses artikel lengkapnya. Daftar dan dapatkan akses selama 7 hari untuk pengguna baru!

Baca Juga

  • Perlu Sumber Pertumbuhan

    JAKARTA, KOMPAS Pertemuan G-20 tidak menyepakati arah kebijakan tentang perdagangan internasional dan perubahan iklim. Di tengah ketidakpastian global tersebut, Indonesia harus mencari sumber-sumber

  • Pendalaman Didorong Berkelanjutan

    JAKARTA, KOMPAS Pendalaman struktur industri harus berkelanjutan. Untuk mewujudkan keberlanjutan itu, perlu sinergi dari semua pemangku kepentingan.Sinergi pemangku kepentingan untuk pendalaman struk

  • Saatnya Memacu Produksi

    Di tengah integrasi perekonomian dunia, tentu tidak ada satu negara pun yang mampu mengisolasi diri dari berbagai dampak pelambatan ekonomi global. Besar transmisi pada gejolak perekonomian domestik

  • Rotan dan Mitigasi Perubahan Iklim

    Sejak 1980 hingga 2005, Indonesia dikenal sebagai negara penghasil rotan terbesar di dunia. Hampir 80 persen bahan baku industri rotan berasal dari Indonesia dengan total produksi sekitar 622.000 ton

  • Nilai Ekspor Industri Turun

    JAKARTA, KOMPAS Ekspor hasil industri pengolahan pada Januari-April 2016 menurun dibandingkan dengan periode yang sama 2015. Namun, kontribusi industri pengolahan terhadap total ekspor meningkat kar

  • Ekspor Industri Manufaktur Anjlok

    JAKARTA, KOMPAS Ekspor industri manufaktur selama enam tahun terakhir terus turun. Bahkan, pada Januari-Juli tahun ini, nilainya anjlok hingga mencapai level terendah. Padahal, industri manufaktur di

KOMENTAR

Ayo sampaikan pendapat Anda tentang artikel ini!
Login untuk submit komentar.

Kembali ke Atas