Rubrik

ekonomi > makro > Observasi Jadi Kunci Akurasi


Observasi Jadi Kunci Akurasi

BPS Rampungkan Kerangka Sampel di 117 Kota/Kabupaten di Jawa

JAKARTA, KOMPAS — Pengamatan secara cermat kondisi lapangan dinilai menjadi kunci meningkatkan akurasi data produksi padi. Selama ini penaksiran luas lahan panen melalui pandangan mata menjadi titik paling lemah yang memicu kelebihan data produksi.

Ingin membaca artikel selengkapnya?

Inilah alasan Anda sebaiknya berlangganan

KUNJUNGI KOMPAS KIOSK >

Dunia Baru Informasi Digital

+ Unlimited Website Access + Mobile & Tablet Apps + Exclusive Breaking News


Silakan login untuk mengakses artikel lengkapnya. Daftar dan dapatkan akses selama 7 hari untuk pengguna baru!

Baca Juga

  • Observasi Jadi Kunci Akurasi

    JAKARTA, kompas Pengamatan secara cermat kondisi lapangan dinilai menjadi kunci meningkatkan akurasi data produksi padi. Selama ini penaksiran luas lahan panen melalui pandangan mata menjadi titik p

  • Integrasi Dorong Perbaikan Layanan

    JAKARTA, KOMPAS Integrasi data lintas kementerian harus diwujudkan agar bisa memberi layanan kepada publik melalui kebijakan dan perencanaan yang lebih baik. Selain berliku, dibutuhkan komitmen dan k

  • Waspada Pangan 2016

    Tahun 2016 untuk Indonesia merupakan tahun penuh tantangan di sektor pertanian dan menjadi tenggat waktu (deadline) untuk seluruh upaya mencapai swasembada pangan. Pemerintah melalui Kementerian Pert

  • Soal Impor Beras 1,5 Juta Ton

    Rencana impor beras 1,5 juta ton yang disampaikan Wakil Presiden M Jusuf Kalla di Dubai, saat transit dalam perjalanan ke Amerika Serikat (Kompas, 25 September 2015), sebenarnya tidak terlalu mengeju

  • Menggugat Akurasi Data Pangan

    Isu data pangan yang diindikasikan direkayasa untuk kepentingan justifikasi keberhasilan program sudah sejak lama menjadi sorotan berbagai pihak. Keluhan terkait kredibilitas data pangan sudah munc

  • Data Tidak Akurat, Anggaran Membengkak

    JAKARTA, KOMPAS Data produksi pangan yang tidak akurat berdampak luas terhadap dunia usaha, pelambatan pertumbuhan ekonomi, lonjakan harga pangan, dan pembengkakan anggaran. Akibatnya, program kemandi

KOMENTAR

Ayo sampaikan pendapat Anda tentang artikel ini!
Login untuk submit komentar.

Kembali ke Atas