Rubrik

ekonomi > properti > Pengembang Menggarap Kelas Menengah-Bawah


PROPERTI

Pengembang Menggarap Kelas Menengah-Bawah

JAKARTA, KOMPAS Potensi pasar menengah-bawah terus mengalami pertumbuhan di tengah perekonomian yang belum pulih. Oleh karena itu, pengembang besar mulai gencar menggarap properti segmen tersebut dengan harga perdana di bawah Rp 1 miliar per unit.

Ingin membaca artikel selengkapnya?

Inilah alasan Anda sebaiknya berlangganan

KUNJUNGI KOMPAS KIOSK >

Dunia Baru Informasi Digital

+ Unlimited Website Access + Mobile & Tablet Apps + Exclusive Breaking News


Silakan login untuk mengakses artikel lengkapnya. Daftar dan dapatkan akses selama 7 hari untuk pengguna baru!

Baca Juga

  • REI Fokus pada Warga Miskin

    BADUNG, KOMPAS Perusahaan pengembang yang tergabung di Real Estat Indonesia akan berfokus pada pembangunan rumah bagi masyarakat berpenghasilan rendah. Caranya adalah dengan mendorong kerja sama peng

  • REI Fokus Penjualan Rumah Murah

    Jakarta, Kompas Asosiasi Pengembang Real Estat Indonesia berencana fokus menggenjot pembangunan rumah sederhana untuk masyarakat menengah bawah. Ditargetkan, pembangunan rumah sederhana itu mencapai

  • Perhatikan Kemudahan Akses

    JAKARTA, KOMPAS Pemerintah diminta memperhatikan kemudahan warga mengakses jaringan angkutan massal. Trase kereta ringan yang kini tengah digodok, misalnya, diharapkan tidak sekadar mengakomodasi ke

  • Pengembang Menggarap Kelas Menengah-Bawah

    JAKARTA, KOMPAS Potensi pasar menengah-bawah terus mengalami pertumbuhan di tengah perekonomian yang belum pulih. Oleh karena itu, pengembang besar mulai gencar menggarap properti segmen tersebut d

  • Harga Tanah Bergerak Liar

    JAKARTA, KOMPAS Merosotnya pasar properti segmen menengah ke atas tidak hanya disebabkan oleh melambannya pertumbuhan ekonomi nasional. Penurunan pembelian itu juga dipicu kenaikan harga tanah yang be

  • Hunian Berimbang Memiliki Sanksi

    JAKARTA, KOMPAS Pemerintah berencana memperkuat regulasi tentang hunian berimbang dari peraturan menteri menjadi peraturan pemerintah. Regulasi baru memungkinkan pemberian sanksi bagi pengembang. Pera

KOMENTAR

Ayo sampaikan pendapat Anda tentang artikel ini!
Login untuk submit komentar.

Kembali ke Atas