Rubrik

ekonomi > properti > Pengembang Menggarap Kelas Menengah-Bawah


PROPERTI

Pengembang Menggarap Kelas Menengah-Bawah

JAKARTA, KOMPAS Potensi pasar menengah-bawah terus mengalami pertumbuhan di tengah perekonomian yang belum pulih. Oleh karena itu, pengembang besar mulai gencar menggarap properti segmen tersebut dengan harga perdana di bawah Rp 1 miliar per unit.

Ingin membaca artikel selengkapnya?

Inilah alasan Anda sebaiknya berlangganan

KUNJUNGI KOMPAS KIOSK >

Dunia Baru Informasi Digital

+ Unlimited Website Access + Mobile & Tablet Apps + Exclusive Breaking News


Silakan login untuk mengakses artikel lengkapnya. Daftar dan dapatkan akses selama 7 hari untuk pengguna baru!

Baca Juga

  • Waktu ”Pit Stop” Jadi Perhatian Tim

    DOHA, RABU Menjelang balapan pembuka musim Formula 1 2017 di Sirkuit Losail, Doha, Qatar, tim-tim tidak hanya sibuk menyiapkan mobil, tetapi juga menggiatkan latihan para kru untuk penanganan mobil d

  • Perhatikan Kemudahan Akses

    JAKARTA, KOMPAS Pemerintah diminta memperhatikan kemudahan warga mengakses jaringan angkutan massal. Trase kereta ringan yang kini tengah digodok, misalnya, diharapkan tidak sekadar mengakomodasi ke

  • Pengembang Menggarap Kelas Menengah-Bawah

    JAKARTA, KOMPAS Potensi pasar menengah-bawah terus mengalami pertumbuhan di tengah perekonomian yang belum pulih. Oleh karena itu, pengembang besar mulai gencar menggarap properti segmen tersebut d

  • KPK Konsisten Menolak

    YOGYAKARTA, KOMPAS Komisi Pemberantasan Korupsi konsisten menolak wacana revisi Undang-Undang Nomor 30 Tahun 2002 tentang KPK yang belakangan kembali muncul. Revisi itu dinilai hanya akan melemahkan

  • Harga Tanah Bergerak Liar

    JAKARTA, KOMPAS Merosotnya pasar properti segmen menengah ke atas tidak hanya disebabkan oleh melambannya pertumbuhan ekonomi nasional. Penurunan pembelian itu juga dipicu kenaikan harga tanah yang be

  • Hunian Berimbang Memiliki Sanksi

    JAKARTA, KOMPAS Pemerintah berencana memperkuat regulasi tentang hunian berimbang dari peraturan menteri menjadi peraturan pemerintah. Regulasi baru memungkinkan pemberian sanksi bagi pengembang. Pera

KOMENTAR

Ayo sampaikan pendapat Anda tentang artikel ini!
Login untuk submit komentar.

Kembali ke Atas