Rubrik

ekonomi > properti > Fokus Beralih ke Subsidi Selisih Bunga


PERUMAHAN RAKYAT

Fokus Beralih ke Subsidi Selisih Bunga

JAKARTA, KOMPAS — Alokasi anggaran fasilitas likuiditas pembiayaan perumahan 2017 akan dikurangi dari Rp 9,7 triliun menjadi Rp 3,1 triliun. Pengurangan dilakukan karena PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk sebagai penyalur FLPP terbesar akan fokus menyalurkan kredit pemilikan rumah bersubsidi dengan skema subsidi selisih bunga.

Ingin membaca artikel selengkapnya?

Inilah alasan Anda sebaiknya berlangganan

KUNJUNGI KOMPAS KIOSK >

Dunia Baru Informasi Digital

+ Unlimited Website Access + Mobile & Tablet Apps + Exclusive Breaking News


Silakan login untuk mengakses artikel lengkapnya. Daftar dan dapatkan akses selama 7 hari untuk pengguna baru!

Baca Juga

  • Target Pembiayaan Pemerintah Lebih Realistis

    Jakarta, Kompas Pengurangan alokasi anggaran fasilitas likuiditas pembiayaan perumahan oleh pemerintah memperhitungkan kesanggupan pengembang di setiap provinsi dan permintaan dari masyarakat berpengh

  • Konversi Menjadi Selisih Bunga

    Jakarta, Kompas Peraturan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat yang mengatur konversi kredit pemilikan rumah bersubsidi atau fasilitas likuiditas pembiayaan perumahan menjadi subsidi selisih b

  • Permintaan Rumah Meningkat

    JAKARTA, KOMPAS Permintaan rumah bersubsidi melalui kredit pemilikan rumah fasilitas likuiditas pembiayaan perumahan meningkat. Hingga saat ini, penyaluran skim pembiayaan itu sudah mencapai 106.72

  • Anggaran Tak Terserap Semua

    Jakarta, Kompas Anggaran fasilitas likuiditas pembiayaan perumahan pada 2016 sebesar Rp 9,227 triliun kemungkinan akan tersisa Rp 300 miliar hingga Rp 500 miliar. Sisa anggaran itu menurut rencana aka

  • Kilas Ekonomi

    Sinergi Pembiayaan Perumahan PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk bekerja sama dengan BPJS Ketenagakerjaan (BPJS TK) dalam pembiayaan perumahan pekerja. Menurut Direktur Utama Bank BTN Maryono, d

  • Program Sejuta Rumah Dorong KPR

    JAKARTA, KOMPAS Program sejuta rumah yang digulirkan pemerintah sejak 2015 efektif mendorong permintaan kredit pemilikan rumah atau KPR di perbankan. Melalui kredit mikro, pemerintah berharap semakin

KOMENTAR

Ayo sampaikan pendapat Anda tentang artikel ini!
Login untuk submit komentar.

Kembali ke Atas