Rubrik

ekonomi > sektor riil > Momentum Pemulihan Dijaga


Momentum Pemulihan Dijaga

Pengendalian Harga Pangan Perlu Menjadi Prioritas

JAKARTA, KOMPAS — Kebijakan moneter Bank Indonesia mempertahankan suku bunga acuan BI 7-day Reverse Repo Rate tetap 4,75 persen merupakan kebijakan yang tepat. Level suku bunga itu tetap bisa menjaga momentum pemulihan ekonomi di tengah tantangan perekonomian global.

Ingin membaca artikel selengkapnya?

Inilah alasan Anda sebaiknya berlangganan

KUNJUNGI KOMPAS KIOSK >

Dunia Baru Informasi Digital

+ Unlimited Website Access + Mobile & Tablet Apps + Exclusive Breaking News


Silakan login untuk mengakses artikel lengkapnya. Daftar dan dapatkan akses selama 7 hari untuk pengguna baru!

Baca Juga

  • Memahami Suku Bunga Kebijakan Bank Sentral

    Bank Indonesia menetapkan BI 7-day (Reverse) Repo Rate sebagai suku bunga acuan atau suku bunga kebijakan yang baru untuk menggantikan BI Rate, efektif berlaku mulai 19 Agustus 2016. BI Rate telah di

  • Transmisi Berjalan Lambat

    JAKARTA, KOMPAS Transmisi pelonggaran kebijakan moneter Bank Indonesia sudah mulai berjalan walaupun belum optimal. Hingga Maret 2016, Bank Indonesia mencatat suku bunga deposito sudah turun 37 basis

  • Perbankan Diminta Merespons

    JAKARTA, KOMPAS Dalam tiga bulan berturut-turut, Januari-Maret 2016, Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia menurunkan suku bunga acuan atau BI Rate. Dengan penurunan suku bunga 25 basis poin setiap bula

  • Tak Hanya BI Rate

    Kondisi ekonomi makro, antara lain inflasi yang terjaga dan ketidakpastian perekonomian global yang berkurang, membuat Bank Indonesia memperlonggar kebijakan moneter sejak awal 2016.Rapat Dewan Gubern

  • Risiko yang Makin Terukur

    Bank sentral AS, The Fed, akhirnya menaikkan suku bunga acuan sebesar 0,25 persen dari kisaran 0,25-0,5 persen menjadi 0,5-0,75 persen. Seperti kenaikan suku bunga acuan pada akhir 2015 lalu, risiko d

  • “Quo Vadis“ Suku Bunga Acuan Bank Indonesia

    Pada 2 Februari 2015 Badan Pusat Statistik mengumumkan bahwa pada Januari 2015 terjadi deflasi 0,24 persen. Selang beberapa hari kemudian, BPS mengumumkan angka pertumbuhan ekonomi Indonesia kuar

KOMENTAR

Ayo sampaikan pendapat Anda tentang artikel ini!
Login untuk submit komentar.

Kembali ke Atas