Rubrik

ekonomi > sektor riil > Grab Dirikan Pusat Penelitian


Grab Dirikan Pusat Penelitian

Total Investasi Mencapai 700 Juta Dollar AS

JAKARTA, KOMPAS — Perusahaan aplikasi pemesanan kendaraan, Grab, menjadikan Jakarta sebagai satu dari enam kawasan pusat penelitian dan pengembangan produk teknologi digital. Pendiriannya memudahkan Grab mengembangkan inovasi di bidang perangkat lunak pemesanan kendaraan, layanan penjualan daring, dan lain-lain.

Ingin membaca artikel selengkapnya?

Inilah alasan Anda sebaiknya berlangganan

KUNJUNGI KOMPAS KIOSK >

Dunia Baru Informasi Digital

+ Unlimited Website Access + Mobile & Tablet Apps + Exclusive Breaking News


Silakan login untuk mengakses artikel lengkapnya. Daftar dan dapatkan akses selama 7 hari untuk pengguna baru!

Baca Juga

  • Pemerintah Dorong Pusat Penelitian

    Jakarta, KOMPAS Pemerintah mendukung industri teknologi informasi sebagai salah satu sektor penggerak ekonomi. Selain pengaturan penghitungan tingkat komponen dalam negeri perangkat keras dan lunak,

  • Bocor Listrik hingga Sebatas ”Bengong”

    Riset dan inovasi adalah tulang punggung kemajuan sebuah bangsa atau lembaga bisnis. Namun, hal itu lebih mudah diucapkan daripada diaplikasikan, khususnya di Indonesia. Tujuh puluh satu tahun merdeka

  • Ban Andal di Segala Medan dan Kelas

    Tempat ini merupakan rumah bagi 1.000 peneliti untuk berinovasi dan berkreasi. Mereka diberi tempat bekerja, sekaligus tempat tinggal dalam satu kawasan yang nyaman di Hankook Technodome di Daejeon, K

  • ”Darbepoetin” Berpotensi Jadi Terapi Gagal Ginjal

    BANDUNG, KOMPAS Darbepoetin–generasi II eritropoetin, temuan peneliti di Pusat Penelitian Bioteknologi Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia, akan diproduksi PT Biofarma. Penggunaan darbepoetin berpotens

  • Ruang Interaksi Minim, Kebangsaan Melemah

    JAKARTA, KOMPAS Pendidikan di sekolah, keluarga, dan lingkungan saat ini tidak lagi mampu menciptakan ruang-ruang perjumpaan untuk berinteraksi sosial. Akibatnya, warga negara dengan beragam etnis t

  • Rizobakteri Memacu Pertanian Organik

    BOGOR, KOMPAS Petani di Indonesia bergantung pada penggunaan bahan kimia yang merusak tanah. Karena itu, Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia mendorong pengembangan pertanian organik, khususnya memakai

KOMENTAR

Ayo sampaikan pendapat Anda tentang artikel ini!
Login untuk submit komentar.

Kembali ke Atas