Rubrik

ekonomi > sektor riil > Rumah Singgah Akan Mendukung Pariwisata


Rumah Singgah Akan Mendukung Pariwisata

Jumlahnya Meningkat Menjadi 100.000 pada 2019

JAKARTA, KOMPAS — Kementerian Pariwisata akan menyediakan 20.000 rumah singgah di sejumlah destinasi wisata tahun ini. Jumlah rumah singgah ditargetkan akan menjadi 100.000 pada 2019 sehingga Indonesia menjadi negara dengan homestay terbanyak.

Ingin membaca artikel selengkapnya?

Inilah alasan Anda sebaiknya berlangganan

KUNJUNGI KOMPAS KIOSK >

Dunia Baru Informasi Digital

+ Unlimited Website Access + Mobile & Tablet Apps + Exclusive Breaking News


Silakan login untuk mengakses artikel lengkapnya. Daftar dan dapatkan akses selama 7 hari untuk pengguna baru!

Baca Juga

  • Berbagi Kisah di Rumah Singgah

    “Mama Deliana, kalau anak saya habis periksa jantung, langsung konsultasi ke dokter lagi, ya?“ tanya Sri Anjani, Sabtu (11/6). Lilis, ibu dari Deliana (13), pasien leukemia Rumah Sakit Fatmawati, Ja

  • Rumah Singgah Disegel

    JAKARTA, KOMPAS Pembangunan rumah singgah di tiga pulau cagar budaya di Kepulauan Seribu, yaitu Onrust, Cipir, dan Kelor, melanggar aturan. Pemerintah setempat telah menyegel rumah yang tidak punya i

  • Rumah Singgah, Rumah untuk Kemanusiaan

    ”Shelter ini nanti akan melayani semua orang, dari semua budaya, semua agama, yang membutuhkan pertolongan,” kata Ketua Provinsial Suster-suster Kongregasi Misi Abdi Roh Kudus (SSpS) Ruteng, Nusa Teng

  • Desa Wisata Jadi Perhatian Utama

    GIANYAR, KOMPAS Pengembangan desa wisata dapat menjadi langkah untuk memajukan perekonomian desa di Indonesia. Empat program prioritas, yakni pengembangan produk unggulan desa, badan usaha milik de

  • Rumah Singgah atas Nama Kemanusiaan

    Stevano (1) riang memainkan balon kesayangannya di teras rumah singgah yang disiapkan warga Kompleks Banjar Indah Permai di Banjarmasin, Kalimantan Selatan. Keceriaan itu kontras dengan kota asalnya,

  • Mengasihi Anak dengan HIV/AIDS

    Puger Mulyono (42) adalah seorang juru parkir sepeda motor di pinggir Jalan Slamet Riyadi, Purwosari, Solo, Jawa Tengah. Di luar kegiatan rutinnya itu, ia merawat belasan anak yang hidup dengan HIV/AI

KOMENTAR

Ayo sampaikan pendapat Anda tentang artikel ini!
Login untuk submit komentar.

Kembali ke Atas