Rubrik

ekonomi > sektor riil > Pabrik "Super Mie" Indonesia Diresmikan


KOMPAS, 17 JULI 1969

Pabrik "Super Mie" Indonesia Diresmikan

Brigjen Barkah Tirtadijaya, mewakili Menteri Perindustrian, meresmikan pabrik "super mie" Indonesia yang pertama di Cijantung. Pabrik itu merupakan joint venture antara perusahaan Jepang (Sankyo Shokuhin Kabushiki Kaisha) dengan Indonesia (PT Lima Satu), dan diberi nama PT Limasatu Sankyo Industri Pangan. Biaya pendiriannya 401.274 dollar AS. Pendirian pabrik itu dapat menghemat devisa dan membuka lapangan kerja baru. Sebelumnya, Indonesia mengimpor "super mie" dari Jepang. Dalam waktu kurang dari satu tahun diproduksi 50.000 bungkus per hari.

Ingin membaca artikel selengkapnya?

Inilah alasan Anda sebaiknya berlangganan

KUNJUNGI KOMPAS KIOSK >

Dunia Baru Informasi Digital

+ Unlimited Website Access + Mobile & Tablet Apps + Exclusive Breaking News


Silakan login untuk mengakses artikel lengkapnya. Daftar dan dapatkan akses selama 7 hari untuk pengguna baru!

Baca Juga

  • Kerja Sama Diperkuat

    Tokyo, Kompas Pemerintah Jepang berkomitmen memperkuat kerja sama dengan Indonesia yang selama ini menjadi mitra strategis dalam pembangunan. Perusahaan Jepang diajak meningkatkan kerja sama dengan p

  • Pabrik Aki Pertama di Indonesia

    PT GS Battery Inc menjadi pabrik aki pertama di Indonesia dan hampir seluruh komponen aki sudah dibuat sendiri. Pabrik aki GS adalah perusahaan joint venture antara Japan Storage Battery Co Ltd

  • Jepang Terus Lebarkan Investasi ke Indonesia

    Tokyo, Kompas Perusahaan raksasa di Jepang yang bergerak di berbagai bidang investasi terus mengembangkan atau memperluas investasi di Indonesia. Rencana ekspansi investasi, seperti di sektor industr

  • ”Menggodok” Pelaut Kelas Dunia

    Taufik Hidayat (18) hanya diberi waktu tiga jam untuk menyelesaikan 30 x 40 mata jaring ikan. Sudah dua jam murid kelas XII Jurusan Nautika Kapal Penangkap Ikan di SMKN 1 Mundu, Cirebon, Jawa Barat,

  • Kemitraan Dongkrak Daya Saing

    JAKARTA, KOMPAS Kemitraan antara pelaku usaha Indonesia dan Jepang dinilai potensial mendongkrak kekuatan dan daya saing. Pemetaan kemampuan para pihak dibutuhkan untuk menggalang kemitraan tersebut.

  • Jepang Membidik Sektor Properti

    Nagoya, KompasInvestor Jepang terus menjadikan Indonesia sebagai negara tujuan investasi. Perusahaan Jepang yang bergerak di sektor properti membidik pangsa pasar properti seiring dengan program pemer

KOMENTAR

Ayo sampaikan pendapat Anda tentang artikel ini!
Login untuk submit komentar.

Kembali ke Atas