Rubrik

ekonomi > sektor riil > Ketimpangan Kesejahteraan Jangan Dianggap Remeh


PEREKONOMIAN

Ketimpangan Kesejahteraan Jangan Dianggap Remeh

JAKARTA, KOMPAS — Ketimpangan kesejahteraan rakyat yang masih tajam tidak bisa dianggap remeh. Persoalan ini mudah memicu persoalan yang lebih serius seperti yang terjadi pada tahun 1998.

Ingin membaca artikel selengkapnya?

Inilah alasan Anda sebaiknya berlangganan

KUNJUNGI KOMPAS KIOSK >

Dunia Baru Informasi Digital

+ Unlimited Website Access + Mobile & Tablet Apps + Exclusive Breaking News


Silakan login untuk mengakses artikel lengkapnya. Daftar dan dapatkan akses selama 7 hari untuk pengguna baru!

Baca Juga

  • Kerukunan Jadi Keharusan

    JAKARTA, KOMPAS Kekerasan bernuansa suku, agama, ras, dan antargolongan masih menjadi masalah yang berpotensi merusak kehidupan berbangsa dan bernegara. Oleh karena itu, masyarakat, khususnya umat Kr

  • Pancasila merupakan Solusi Bangsa

    JAKARTA, KOMPAS Kaum muda meyakini Pancasila merupakan solusi terbaik untuk mengatasi berbagai persoalan yang sedang dihadapi bangsa Indonesia. Kini, yang dibutuhkan adalah semakin membumikan nilai-ni

  • Episentrum Interaksi Negara-negara Besar

    Pertemuan para pemimpin entitas ekonomi Kerja Sama Ekonomi Asia Pasifik (APEC) di Manila, Filipina, menjadi berbeda dibandingkan dengan pertemuan tahunan sebelumnya. Bagi kawasan Asia, APEC menjadi

  • Ekonomi Berbagi dan Negara

    Silang pendapat yang hangat dan demonstrasi panas berkisar tentang pengaturan terhadap jasa transportasi berdasarkan aplikasi. Dari pihak yang ingin jasa ini dilarang atau diatur diberikan pandangan

  • Semangat Perubahan Pembawa Pesan

    Assoti Essolim Jude, remaja Pramuka asal negara Togo, tak dapat menyembunyikan raut wajah gembira setelah mendapat hadiah sebuah Ipad mini dari stan King Abdullah Bin Abdulaziz International Centre fo

  • Humor

    Mungkin manusia Indonesia paling humoris di dunia. Banyak persoalan yang dihadapi dengan berhumor. Kita dapat melihat sisi-sisi berbeda dari korupsi, macet, kemandekan pembangunan, jatuhnya nilai

KOMENTAR

Ayo sampaikan pendapat Anda tentang artikel ini!
Login untuk submit komentar.

Kembali ke Atas