Rubrik

gaya hidup > aksen > Perspektif Baru Wastra Nusantara


Perspektif Baru Wastra Nusantara

Tertarik dan menyukai wastra Nusantara, membuat Steven Tach tertantang menggunakan bahan tradisional Indonesia sebagai material busana. Ia pun tanpa beban mengolahnya. Tenun, songket, hingga batik ia potong-potong untuk memenuhi gaya dekonstruktif yang menjadi ciri khas desainer asal Jepang ini.

Ingin membaca artikel selengkapnya?

Inilah alasan Anda sebaiknya berlangganan

KUNJUNGI KOMPAS KIOSK >

Dunia Baru Informasi Digital

+ Unlimited Website Access + Mobile & Tablet Apps + Exclusive Breaking News


Silakan login untuk mengakses artikel lengkapnya. Daftar dan dapatkan akses selama 7 hari untuk pengguna baru!

Baca Juga

  • Jiwa dan Raga

    Saya sungguh terpana sekaligus sedih tak bisa seperti mereka yang bisa lari sejauh 24 kilometer tanpa henti, mengikuti maraton atau aktivitas macam ironman triatlon yang terdiri dari berenang sejauh 3

  • Tuan Rumah Incar Kemenangan Perdana di Laga Pembuka

    SOREANG, KOMPAS Tim polo air putra Jawa Barat mengincar kemenangan perdana di laga pembuka menghadapi tim Jambi yang akan berlangsung di kolam renang Si Jalak Harupat, Soreang, Kabupaten Bandung, Rab

  • Menyiasati Lenyapnya Riwayat Kepulauan Karang

    Di sebuah pondok di tepi laut, Ismail menunjukkan sejumlah sampel hasil transplantasi karang yang dilakukannya. Bersama sekelompok nelayan, aktivis lingkungan ini memang giat membudidayakan terumbu ka

  • Menggaungkan Tenun Tanimbar

    Menyelamatkan pusaka kain tradisional berarti juga bicara tentang aspek ekonomi wastra tersebut. Dengan menambah nilai ekonominya, otomatis akan meningkatkan daya tariknya di mata pembuat, termasuk pe

  • Evolusi di Tangan Tiga Desainer

    Busana mencerminkan zamannya. Apa yang dipakai pada abad pertengahan yang disebut abad kegelapan yang kemudian berangsur memasuki kelahirannya kembali pada masa renaisans? Apa pula yang dipakai orang-

  • Pesona "Baru" dari Kudus

    Batik Kudus digali kembali keindahannya. Kali ini melalui pergelaran tunggal Denny Wirawan. Kontemporer, segar, dan penuh warna. Kemeriahan “Pasar Malam“ digelar di Grand Ballroom Hotel Indonesia Ke

KOMENTAR

Ayo sampaikan pendapat Anda tentang artikel ini!
Login untuk submit komentar.

Kembali ke Atas