Rubrik

gaya hidup > aksen > Subversif, tetapi Manis


Subversif, tetapi Manis

Dunia mode kerap kali merespons gonjang-ganjing politik dengan cara yang tetap sarat akan sentuhan estetis. Tantangannya adalah saat perancang mode harus mempresentasikan respons kreatifnya yang politis itu dalam koleksi busana. Haruskah dengan terang-terangan dan gagah atau cukup dengan subtil dan manis?

Ingin membaca artikel selengkapnya?

Inilah alasan Anda sebaiknya berlangganan

KUNJUNGI KOMPAS KIOSK >

Dunia Baru Informasi Digital

+ Unlimited Website Access + Mobile & Tablet Apps + Exclusive Breaking News


Silakan login untuk mengakses artikel lengkapnya. Daftar dan dapatkan akses selama 7 hari untuk pengguna baru!

Baca Juga

  • Wadah Nonton Video Komunitas

    Seiring perkembangan dunia yang semakin digital, platform media dan komunitas sosial makin berkembang. Wadah-wadah digital bagi komunitas sosial untuk mengunggah video-video yang semakin mengerucut ke

  • Berawal dari New York

    Pada umumnya, orang memulai usaha dari “rumahnya“ sendiri, tetapi jalan berbeda ditempuh perancang busana Ardistia Dwiasri (36). Ia mulai membangun usaha di bidang mode justru dari kota New York, Am

  • Apa Kata Mereka

    Semangat Berkolaborasi Mel Ahyar; Desainer Mode Selama 2016 ini, Mel mencermati, dunia mode—khususnya di dalam negeri—diwarnai dengan tren kolaborasi mode dan bidang kreatif lain. Mulai dari kol

  • Kejujuran Sally Koeswanto

    Setelah dua tahun hibernasi dari dunia mode, Sally Koeswanto memutuskan kembali pada panggilan hati sesungguhnya. Kini, ia berusaha lebih jujur memaknai kembali dirinya sendiri bersama koleksi “Saya“.

  • Lebaran Lebih Cepat di Rumah Deceu

    Lebaran selalu datang lebih cepat di rumah desainer Deceu Suzan yang tinggal di Bandung. Jauh sebelum memasuki bulan Ramadhan pun, suasana Lebaran sudah terasa dengan membeludaknya pesanan busana yang

  • Rona Ramah Hijab yang Mendunia

    Malam merambat larut ketika dua ”hijaber”, Srikandi (24) dan Erren (22), asyik ber-”selfie” ria, memotret diri sendiri dengan telepon seluler masing-masing. Berbagai gaya ekspresi dijajal. Sesekali t

KOMENTAR

Ayo sampaikan pendapat Anda tentang artikel ini!
Login untuk submit komentar.

Kembali ke Atas