Rubrik

gaya hidup > avontur > Liar-liar Jinak


Perjalanan

Liar-liar Jinak

Sore itu awalnya hanya dua ekor hiu yang berkeliaran di seputaran dermaga kayu di Pos Wayag, Raja Ampat, Papua Barat. Bertambah senja seiring air pasang dan matahari beringsut menghilang, jumlah hiu bertambah mencapai sekitar lima ekor dewasa, belum termasuk hiu-hiu kecil yang turut berpatroli di perairan karang setempat.

Ingin membaca artikel selengkapnya?

Inilah alasan Anda sebaiknya berlangganan

KUNJUNGI KOMPAS KIOSK >

Dunia Baru Informasi Digital

+ Unlimited Website Access + Mobile & Tablet Apps + Exclusive Breaking News


Silakan login untuk mengakses artikel lengkapnya. Daftar dan dapatkan akses selama 7 hari untuk pengguna baru!

Baca Juga

  • Penyu Tak Lagi Bertelur di Pantai Selatan Jabar

    PANGANDARAN, KOMPAS Selama hampir empat bulan di tahun 2016 ini, tidak ada satu pun penyu bertelur di sepanjang pantai selatan Desa Legokjawa, Kecamatan Cimerak, Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat. Du

  • Binar-binar Lucerne

    Musim gugur baru saja menyapa Lucerne, kota di jantung negara Swiss. Sisa-sisa musim panas masih terasa karena suhu udara berkisar 20 derajat celsius. Langit biru cerah nyaris tanpa awan. Sungguh wakt

  • Riak Siak yang Menghanyutkan

    Menyusuri Sungai Siak dari Kota Pekanbaru, ibu kota Provinsi Riau, menuju Kabupaten Siak pada akhir Juli lalu menggunakan perahu motor, menghabiskan waktu hampir 4 jam. Waktu tempuh dalam perjalanan i

  • Burung Kuntul di Rimbun Mangrove

    Demak mendapat sebutan ”Kota Wali”. Namun, kota ini tak melulu menyimpan kisah-kisah religius. Di kawasan pesisir Demak, kita bisa menyaksikan dari dekat burung kuntul di antara batang-batang mangrove

  • Puisi

    Acep Zamzam Noor Aku bergayut pada tebing karang Merayap di antara akar-akar damar laut Dan pokok-pokok eboni. Sebuah kuali besar Hamparan biru yang meruapkan buih putih Tepinya melengk

  • Berlabuh di Pantai Labuana, Donggala

    Matahari siang menerangi pesisir Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah, Minggu (7/2). Pantai yang mengelilingi Teluk Balaesang di Selat Makassar itu memendarkan cahaya putih, memantulkan sinar matahar

KOMENTAR

Ayo sampaikan pendapat Anda tentang artikel ini!
Login untuk submit komentar.

Kembali ke Atas