Rubrik

gaya hidup > avontur > Pekalongan dari Jendela Becak


Pekalongan dari Jendela Becak

Tinggal di Jakarta dan lama terpisah dari moda transportasi becak, pengalaman kembali naik becak bisa menjadi sesuatu yang menyenangkan. Apalagi jika berkendara dengan becak bisa dilakukan seharian untuk mengunjungi sejumlah lokasi wisata. Di Kota Pekalongan, Jawa Tengah, jasa becak wisata keliling kota memungkinkan hal ini dan bahkan bisa menjangkau hingga ke bibir pantai.

Ingin membaca artikel selengkapnya?

Inilah alasan Anda sebaiknya berlangganan

KUNJUNGI KOMPAS KIOSK >

Dunia Baru Informasi Digital

+ Unlimited Website Access + Mobile & Tablet Apps + Exclusive Breaking News


Silakan login untuk mengakses artikel lengkapnya. Daftar dan dapatkan akses selama 7 hari untuk pengguna baru!

Baca Juga

  • Datang untuk Kembali

    Baju awul-awul dan baju ”sisa ekspor” berubah menjadi baju ”baru” di tangan Lulu Lutfi Labibi. Ia memberi ”napas” baru kepada baju-baju itu sehingga berumur pakai lebih panjang. Kuncinya, kreativita

  • DNA Anti-korupsi

    Pelaku korupsi sangat beragam, baik latar belakang pendidikan, jenis pekerjaan, tingkat ekonomi, identitas yang terkait dengan SARA, maupun jenis kelamin. Semua keragaman itu tidak ada kaitannya denga

  • Berpikir Melalui Islamfobia

    Apa imbas dari tragedi pengeboman di Paris belum lama ini? Bagi mahasiswa Indonesia di Inggris, satu hal bisa dirasakan: menguatnya gejala Islamfobia. Beberapa saat setelah tragedi Paris, mulai muncul

  • Pekalongan dari Jendela Becak

    Tinggal di Jakarta dan lama terpisah dari moda transportasi becak, pengalaman kembali naik becak bisa menjadi sesuatu yang menyenangkan. Apalagi jika berkendara dengan becak bisa dilakukan seharian un

  • Sesuatu yang Sama dari The Cranberries

    Jika sebuah grup musik mendaur ulang lagu-lagu hits mereka dalam sebuah album, ada dua kemungkinan yang akan terjadi. Pertama, album tersebut akan menjadi sesuatu yang spektakuler, atau kemungkinan la

  • PARODIMenikmati

    Di suatu malam saya berbicara dengan seorang pemimpin tertinggi sebuah hotel berbintang. Setelah pembicaraan penuh basa-basi, kemudian pembicaraan masuk ke sesuatu yang lebih santai. Sekali lagi saya

KOMENTAR

Ayo sampaikan pendapat Anda tentang artikel ini!
Login untuk submit komentar.

Kembali ke Atas