Rubrik

gaya hidup > avontur > Mengejar Matahari di Bali


Mengejar Matahari di Bali

Bali adalah imajinasi surga bagi manusia di bumi. Tradisi, seni, kuliner, gadis-gadisnya, serta kecantikan alamnya adalah sihir yang membuat banyak orang ingin kembali. Namun, saya memilih pesona yang lain, mengejar matahari di Bali.

Ingin membaca artikel selengkapnya?

Inilah alasan Anda sebaiknya berlangganan

KUNJUNGI KOMPAS KIOSK >

Dunia Baru Informasi Digital

+ Unlimited Website Access + Mobile & Tablet Apps + Exclusive Breaking News


Silakan login untuk mengakses artikel lengkapnya. Daftar dan dapatkan akses selama 7 hari untuk pengguna baru!

Baca Juga

  • Kafe Perpustakaan yang Membuat Kerasan

    Udara di luar terasa panas menyengat, Kamis (31/12). Namun, begitu menginjakkan kaki di dalam ruangan Reading Room Cafe, suasana berubah. Nuansa tenang langsung terasa saat melihat dinding cat berwarn

  • Kita dan Pasca “Kasunyatan“

    Oh, delusi… dunia virtual produk kemajuan teknologi digital telah membawa manusia pada tingkat evolusi seperti kita alami sekarang: kita hidup di alam delusi. Spesies ini menyesuaikan diri de

  • Pencairan Tunai KJP Berulang

    JAKARTA, KOMPAS Pernah ditindak polisi dua tahun lalu, indikasi pencairan tunai Kartu Jakarta Pintar terjadi lagi di ITC Cempaka Mas, Jakarta Pusat. Modusnya sama, pihak gerai memotong 15 persen dari

  • Merah Putih dan Garuda

    Saya tidak tahu kepada siapa pikiran saya ini harus disampaikan. Karena itu, saya menulis saja surat terbuka ini. Pikiran muncul ketika akhir-akhir ini Garuda Pancasila banyak diperbincangkan sebagai

  • Memahami Definisi Foto Bagus

    Setiap penjurian sebuah lomba foto usai, pertanyaan yang selalu muncul adalah apa alasan foto ini menang? Kalau dianalogikan ke hal lain, begini kira-kira persamaannya; Anda diminta menilai lima p

  • Ancaman bagi Usia Produktif

    Lonjakan penduduk usia produktif selama masa bonus demografi saat ini, diikuti meningkatnya penduduk usia lanjut, dapat meningkatkan bunuh diri di Indonesia. Tekanan ekonomi, ketatnya persaingan hi

KOMENTAR

Ayo sampaikan pendapat Anda tentang artikel ini!
Login untuk submit komentar.

Kembali ke Atas