Rubrik

gaya hidup > gaya > Ruang-ruang Penegak Ingatan


Ruang-ruang Penegak Ingatan

Munir belum mati. Dia mengilhami, menginspirasi, dan menguatkan siapa saja yang berjuang menegakkan keadilan dan hak asasi manusia. Munir adalah ganjalan bagi siapa saja yang sewenang-wenang. Semangat itu terasa betul di Museum HAM Omah Munir di Kota Batu, Jawa Timur.

Ingin membaca artikel selengkapnya?

Inilah alasan Anda sebaiknya berlangganan

KUNJUNGI KOMPAS KIOSK >

Dunia Baru Informasi Digital

+ Unlimited Website Access + Mobile & Tablet Apps + Exclusive Breaking News


Silakan login untuk mengakses artikel lengkapnya. Daftar dan dapatkan akses selama 7 hari untuk pengguna baru!

Baca Juga

  • Penekan Bisa Dipidana

    JAKARTA, KOMPAS Siapa pun yang menekan Miryam S Haryani, anggota Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat, untuk mencabut berita acara pemeriksaan kasus kartu tanda penduduk elektronik bisa dipidanakan. Mere

  • Selebritas Dunia Maya yang Menggoda

    Media sosial, jejaring komunikasi di dunia maya itu, semakin menggoda. Facebook, Instagram, ask.fm, Snapchat, Line, atau Twitter menawarkan peluang bagi siapa saja untuk menjadi terkenal, bahkan berpe

  • Sentuhan Terakhir untuk ”Garuda”

    TANGERANG, KOMPAS Tim nasional sepak bola Indonesia bertekad melangkah sejauh mungkin pada Kejuaraan Piala AFF Myanmar-Filipina 2016.Pada kejuaraan yang diikuti delapan tim negara ASEAN ini, dari 10

  • IMI dan FIM Siapkan SDM untuk MXGP

    Jakarta, kompas PP IMI bekerja sama dengan Federasi Sepeda Motor Internasional (FIM), akhir pekan lalu, menuntaskan pelatihan untuk menyiapkan Motocross Commission Clerk of the Course/Sporting Stewar

  • Polri Libatkan PPATK

    JAKARTA, KOMPAS Kepolisian Negara RI berkoordinasi dengan Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan untuk menelusuri aliran dana dalam kasus dugaan pemufakatan jahat untuk makar pada 2 Desemb

  • Pentas Potehi, Membaurkan Perbedaan

    Jika sebagian orang saat ini cenderung lebih menggarisbawahi perbedaan sebagai jurang, tidak halnya dengan yang satu ini. Perbedaan justru menjadikan seni budaya bertahan. ”Assalamu’alaikum dalang, i

KOMENTAR

Ayo sampaikan pendapat Anda tentang artikel ini!
Login untuk submit komentar.

Kembali ke Atas