Rubrik

gaya hidup > gaya > Dua Kaki Lincah Sastia


Dua Kaki Lincah Sastia

Hermione, perempuan cantik dalam buku "Harry Potter" karya JK Rowling, cocok dengan karakter Dr Sastia Prama Putri, SSi, MEng. Ia mendeskripsikan dirinya serupa dengan Hermione: gadis pintar, banyak bertanya, dan tak takut berpendapat. Karakter Hermione itu pula yang membawanya menjadi peneliti yang diakui dunia internasional dalam studi aplikasi metabolomik.

Ingin membaca artikel selengkapnya?

Inilah alasan Anda sebaiknya berlangganan

KUNJUNGI KOMPAS KIOSK >

Dunia Baru Informasi Digital

+ Unlimited Website Access + Mobile & Tablet Apps + Exclusive Breaking News


Silakan login untuk mengakses artikel lengkapnya. Daftar dan dapatkan akses selama 7 hari untuk pengguna baru!

Baca Juga

  • Mencicipi Dunia Sihir

    Pembawa acara Ersa Mayori (37) baru saja pulang dari liburannya ke Jepang, pekan lalu. Bersama keluarganya, ia mengunjungi The Wizarding World of Harry Potter di Universal Studio Osaka. Sambil menunju

  • Petualangan Baru Dunia Sihir

    Jagat sihir belum kehilangan keajaibannya. Setelah Harry Potter mengakhiri petualangannya tahun 2011 lewat ”Harry Potter and the Deathly Hallows-Part 2”, seri petualangan sihir baru dimulai lagi tahun

  • Sudah Cukup Beruntung

    Setelah sekuel film Harry Potter berakhir pada 2012, karier aktor Daniel Radcliffe (27), pemeran Harry Potter, tetap subur. Tahun itu juga, Daniel langsung mendapat peran utama dalam film horor The

  • 20170429FIGUR-CV

    SASTIA PRAMA PUTRI u Lahir: Tangerang, 8 Desember 1982u Pekerjaan:- Assistant Professor Department of Biotechnology, Graduate School of Engineering, Osaka University (2016-sekarang)- Specially-appoint

  • Terpikat Sihir Kota London

    London selalu memikat. Mendengar nama ibu kota Inggris itu saja, sudah langsung terbayang sejumlah ikon yang seakan melambai untuk segera dikunjungi. Ada Istana Buckingham, Big Ben, hingga Sherlock Ho

  • Kelompok Baca Buku

    Bintang film Harry Potter, Emma Watson (25), membentuk kelompok untuk membaca buku-buku feminisme bernama Our Shared Shelf. Kelompok membaca itu berinteraksi melalui jaringan di Twitter. Lewat media s

KOMENTAR

Ayo sampaikan pendapat Anda tentang artikel ini!
Login untuk submit komentar.

Kembali ke Atas