Rubrik

gaya hidup > gaya > Korupsi, Racun bagi Kebahagiaan


Wawancara

Korupsi, Racun bagi Kebahagiaan

Ada kegalauan dalam merumuskan hal yang kita inginkan sebagai individu di negeri ini. Akhirnya, banyak individu memilih kembali ke dorongan instingtif, kembali mengedepankan emosi. Terpenting kemudian adalah menjauhi segala yang menyakitkan dan mengambil hal menyenangkan. Tersedot pada nilai hedonistik, orang lebih bergerak sesuai insting survivalnya: hajar, jilat, dan berakhir pada menjamurnya korupsi.

Ingin membaca artikel selengkapnya?

Inilah alasan Anda sebaiknya berlangganan

KUNJUNGI KOMPAS KIOSK >

Dunia Baru Informasi Digital

+ Unlimited Website Access + Mobile & Tablet Apps + Exclusive Breaking News


Silakan daftar dan login untuk mengakses artikel lengkapnya.

KOMENTAR

Ayo sampaikan pendapat Anda tentang artikel ini!
Login untuk submit komentar.

Kembali ke Atas