Rubrik

gaya hidup > hobi komunitas > Memahami Etika Foto Jurnalistik


Memahami Etika Foto Jurnalistik

Tulisan ini tidak membahas aturan resmi etika dalam dunia jurnalistik, karena faktanya para wartawan senior pun umumnya tidak bisa menyebutkan poin- poinnya. Klik kali ini akan membahas sopan santun standar dalam memublikasikan foto. Dalam dunia jurnalistik di Indonesia, aturan tentang etika umumnya dijalankan dengan nalar dan logika semata, sementara pelanggaran atas hal tentang etika ini (yang jarang kena sanksi) sangat banyak terjadi.

Ingin membaca artikel selengkapnya?

Inilah alasan Anda sebaiknya berlangganan

KUNJUNGI KOMPAS KIOSK >

Dunia Baru Informasi Digital

+ Unlimited Website Access + Mobile & Tablet Apps + Exclusive Breaking News


Silakan login untuk mengakses artikel lengkapnya. Daftar dan dapatkan akses selama 7 hari untuk pengguna baru!

Baca Juga

  • Memahami Pengeditan Foto dalam Jurnalistik

    Dalam dunia jurnalistik beredar ”peraturan” yang mengatakan bahwa mengedit sebuah foto batasannya adalah teknik kamar gelap. Maksudnya, mengedit foto di era digital dalam dunia jurnalistik hanya boleh

  • Menatap Masa Depan Jurnalisme Foto

    Penyerahan penghargaan Anugerah Pewarta Foto Indonesia (APFI) V 2013-2014 akan berlangsung di Grand Indonesia Shopping Town, Fountain Level 3A West Mall, Jakarta, pada Sabtu, 28 Februari. Para perai

  • Argumentasi

    Panggilan Jiwa Muhammad Hisyamsyah Dani, Jurusan Siyasah (Hukum Tata Negara Islam), Fakultas Syari’ah dan Hukum, Universitas Islam Negeri (UIN) Sumatera Utara, Medan Dunia pers kampus telah membua

  • Semua Bermula dari “Cultuurstelsel“

    Pada awalnya adalah kekosongan, dan dari kekosongan itu akhirnya ada daya hidup. Dari daya hidup muncullah dinamika. Yang terjadi kemudian adalah problema yang terus menggugat, di manakah sesungguhn

  • Puisi Kematian Rabindranath Tagore

    Paradoks ternyata tidak hanya terjadi dalam dunia riil, tetapi juga dalam dunia seberang yang disebut kematian. Jiwa, misalnya, bagi Rabindranath Tagore, orang Asia pertama yang meraih Nobel pada 19

  • Mengayuh Kehidupan dari Atas Sadel

    Meski memendam rindu pada anak semata wayangnya, pebalap sepeda tim nasional Santia Tri Kusuma (35) tetap bersemangat menjalani latihan disiplin jalan raya di Yogyakarta. Sudah tiga bulan perempuan as

KOMENTAR

Ayo sampaikan pendapat Anda tentang artikel ini!
Login untuk submit komentar.

Kembali ke Atas