Rubrik

gaya hidup > hobi komunitas > ”Sudut Agak Tinggi” dalam Jurnalistik


”Sudut Agak Tinggi” dalam Jurnalistik

Dalam kancah foto jurnalistik, fotografer yang memakai tangga bukan berarti karena kurang tinggi. Tangga yang sudah menjadi salah satu perlengkapan wajib bagi seorang jurnalis foto memang membuat seorang fotografer bisa berdiri lebih tinggi dari keadaan normal. Namun, fungsi tangga sesungguhnya lebih dari itu.

Ingin membaca artikel selengkapnya?

Inilah alasan Anda sebaiknya berlangganan

KUNJUNGI KOMPAS KIOSK >

Dunia Baru Informasi Digital

+ Unlimited Website Access + Mobile & Tablet Apps + Exclusive Breaking News


Silakan login untuk mengakses artikel lengkapnya. Daftar dan dapatkan akses selama 7 hari untuk pengguna baru!

Baca Juga

  • Memahami Estetika Foto Jurnalistik

    Pekan lalu, rubrik KLIK telah membahas soal etika dalam foto jurnalistik. Kali ini yang akan kita bahas adalah estetika, atau masalah keindahan visual sebuah foto. Almarhum Kartono Ryadi, redaktur f

  • Mencegah Osteoporosis

    Mertua perempuan saya berumur 78 tahun dan tinggal sendiri di rumahnya. Istri saya dua bersaudara, saudaranya juga perempuan. Karena mereka ikut suami, ibu mereka hanya tinggal dengan seorang pemban

  • Politik Gerontokrasi

    Susilo Bambang Yudhoyono (66), presiden dua masa jabatan (2004-2009 dan 2009-2014), tampaknya bakal mulus terpilih kembali menjadi Ketua Umum Partai Demokrat (PD) dalam kongres ketiga di Surabaya, 1

  • ”Plus” dan Kearifan

    Dr Florentin Smarandache adalah Guru Besar Matematika di Universitas New Mexico. Kira-kira sembilan tahun lalu, ia memperkenalkan teori Neutrosofi yang digagasnya sendiri dalam seminar di Fakultas Sa

  • Pasca Brexit

    Keluarnya Inggris dari Uni Eropa (Brexit), Jumat (23/6/2016), adalah kado spesial yang menyengat dan mengguncang perekonomian global. Beragam reaksi, imajinasi, dan letupan emosi muncul atas peristiwa

  • Memimpikan Kabupaten Barus Raya

    Mengunjungi Barus dengan intensi menyaksikan warisan kebesaran masa lalu terpaksa harus kecewa. Kota itu kehilangan daya tarik. Lesu di berbagai sudut kota. Tidak lebih dari artefak yang bersolek mena

KOMENTAR

Ayo sampaikan pendapat Anda tentang artikel ini!
Login untuk submit komentar.

Kembali ke Atas