Rubrik

gaya hidup > kehidupan > Demam Piringan Hitam, Mengerem Kecepatan Digital


MUSIK

Demam Piringan Hitam, Mengerem Kecepatan Digital

Di antara rintik gerimis, Jumat (17/3) malam, puluhan orang rela mengantre demi membeli piringan hitam milik The Gang of Harry Roesli berjudul "Philosophy Gang". Harganya tak murah, Rp 350.000 untuk piringan hitamnya saja atau Rp 500.000 untuk paket berisi piringan hitam, kaus, tas, dan poster. Meski tak sampai ludes, malam itu piringan hitam "Philosophy Gang" terjual lebih dari 150 keping.

Ingin membaca artikel selengkapnya?

Inilah alasan Anda sebaiknya berlangganan

KUNJUNGI KOMPAS KIOSK >

Dunia Baru Informasi Digital

+ Unlimited Website Access + Mobile & Tablet Apps + Exclusive Breaking News


Silakan login untuk mengakses artikel lengkapnya. Daftar dan dapatkan akses selama 7 hari untuk pengguna baru!

Baca Juga

  • Demam Piringan Hitam, Mengerem Kecepatan Digital

    Di antara rintik gerimis, Jumat (17/3) malam, puluhan orang rela mengantre demi membeli piringan hitam milik The Gang of Harry Roesli berjudul ”Philosophy Gang”. Harganya tak murah, Rp 350.000 untuk p

  • Meroketkan Lagi Rock Masa Silam

    Masa silam masih laku dijual. Namun tidak hanya mendagangkan kenangan belaka, beberapa band masa kini secara serius menggarap musik 1970-an. Lagu Koes Plus ”Tjintamu Telah Berlalu” pun berubah jadi ”

  • Untuk Anak Cucu

    Band pop Naif, yang telah aktif sekitar 20 tahun, mengeluarkan ulang tiga album pertama mereka dalam bentuk piringan hitam. Peluncurannya pada Rabu (29/7) di 365 Ecobar, Jakarta, dipenuhi penggemar d

  • Keajaiban di Tengah Perubahan

    Gelas kopi pertama baru saja ia habiskan. Gelasnya besar, di luar ukuran gelas kopi di kafe. Kopinya pahit, tanpa gula. Ia menyeduhnya dengan menubrukkan bubuk kopi dengan air matang bersuhu 98 deraja

  • ”Indonesia Raya” di Benteng Heritage

    Momen peringatan HUT Kemerdekaan Republik Indonesia sudah lazim diisi berbagai acara, seperti lomba, tirakatan, dan upacara bendera. Namun, di Museum Benteng Heritage di pusat Kota Tangerang, suasana

KOMENTAR

Ayo sampaikan pendapat Anda tentang artikel ini!
Login untuk submit komentar.

Kembali ke Atas