Rubrik

gaya hidup > kuliner > Adaptasi Si Renyah Ciocolato Banana


Adaptasi Si Renyah Ciocolato Banana

Piza tipis nan renyah Ciocolato Banana tersaji di meja. Permana Sigidprawiro menunjuk irisan pisang segar di atas olesan cokelat. Ia berjanji, piza itu terasa jauh lebih nikmat ketika irisan pisang segar diganti sale pisang. Inilah uniknya piza: ia punya kuasa untuk diadaptasikan.

Ingin membaca artikel selengkapnya?

Inilah alasan Anda sebaiknya berlangganan

KUNJUNGI KOMPAS KIOSK >

Dunia Baru Informasi Digital

+ Unlimited Website Access + Mobile & Tablet Apps + Exclusive Breaking News


Silakan login untuk mengakses artikel lengkapnya. Daftar dan dapatkan akses selama 7 hari untuk pengguna baru!

Baca Juga

  • Mengawetkan Tahu Tanpa Formalin

    Kerja keras murid Sekolah Menengah Atas Bina Putera Kopo membuahkan pengawet alami tahu. Mereka menghasilkan palata yang lebih sehat dan murah ketimbang formalin. Palata atau pengawet alami tahu itu s

  • Bongko Kopyor

    Melaksanakan puasa Ramadhan di Gresik, Jawa Timur, rasanya kurang lengkap tanpa menikmati bongko kopyor. Makanan yang biasa dikonsumsi untuk berbuka puasa ini hanya ada saat Ramadhan. Legit, manis, da

  • Menikmati Ketidakmapanan

    Galeri seni yang berkolaborasi dengan kafe atau restoran mungkin sudah biasa di Jakarta. Namun, ketika ragam makanan yang disajikan dipilih dengan khas seperti memilah karya seni, mungkin baru di Ru

  • Berkreasi dengan Ubi dan Singkong

    Siapa tak kenal ubi dan singkong? Umbi-umbian yang murah dan mudah didapat di mana saja. Selain menyehatkan tubuh dengan kandungan yang kaya karbohidratnya, ubi dan singkong merupakan makanan pokok

  • Sehat nan Enak di Semangkuk ”Smoothie”

    Semangkuk jus berwarna ungu kemerahan dengan taburan potongan kiwi, pisang segar, dan aneka biji-bijian terhidang di meja, Rabu (4/1) siang. Sementara lidah bebas menikmati aneka rasa, Anda tak perlu

  • Bakteri Enggano Potensial Awetkan Makanan

    JAKARTA, KOMPAS Peneliti Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia memperoleh isolat bakteri asam laktat unggul dari bahan-bahan hayati Pulau Enggano, Bengkulu. Bakteri itu berpeluang hasilkan pengawet ala

KOMENTAR

Ayo sampaikan pendapat Anda tentang artikel ini!
Login untuk submit komentar.

Kembali ke Atas