Rubrik

gaya hidup > kuliner > Berbahagia dengan "Karbo"


Berbahagia dengan "Karbo"

Orang Italia itu mirip-mirip dengan orang Indonesia kalau terkait soal makanan, sama-sama pencinta dan penggemar berat karbohidrat. Jika di Indonesia sebagian besar orang makan nasi yang berasal dari berbagai jenis beras, di Italia orang menjadikan pasta makanan sehari-hari sebagai sumber karbohidrat.

Ingin membaca artikel selengkapnya?

Inilah alasan Anda sebaiknya berlangganan

KUNJUNGI KOMPAS KIOSK >

Dunia Baru Informasi Digital

+ Unlimited Website Access + Mobile & Tablet Apps + Exclusive Breaking News


Silakan login untuk mengakses artikel lengkapnya. Daftar dan dapatkan akses selama 7 hari untuk pengguna baru!

Baca Juga

  • Nasionalisme Kebangsaan

    Nasionalisme yang bersemi pada 1908 jadi tonggak kesadaran baru perlunya Indonesia bangkit menjadi bangsa bermartabat. Rasa kebangsaan itu mencapai puncak dengan maklumat “kami bangsa Indonesia dengan

  • Ikatan Sedarah Tak Sekandung

    ”Kamu tidak sakit, kan?” ”Kamu bisa sembuh, kan?” Pertanyaan itu lazim diterima Lici Murniati (37), Ketua Komunitas Rhesus Negatif Indonesia, nyaris tiap kali ditanyai orang ihwal golongan darahnya.

  • Komunikasi Krisis Mina

    Di Mina mentari terik. Suhu udara sekitar 45 derajat celsius, terpanas selama dua dasawarsa terakhir.Jutaan anggota jemaah haji dari 180-an negara yang berkumpul untuk melempar jumrah mesti bergerak

  • Meramu Pebalap Hanya dalam Tujuh Bulan

    Tim nasional balap sepeda sering mengalami bongkar pasang atlet dari tahun ke tahun. Selepas mengikuti kompetisi multicabang, seperti SEA Games atau Asian Games, pemusatan latihan nasional balap seped

  • Berbahasa Satu, Bahasa Pemrograman Komputer

    Apa benda pertama yang dipegang sebagian besar orang setelah bangun pagi? Gadget alias gawai. Apa benda terakhir yang disentuh sebagian besar orang sebelum tidur malam? Gadget alias gawai.Hampir semua

  • Mendengar Tubuh dan Hati

    Usia adalah musuh bagi sebagian besar orang, tetapi tidak bagi Roger Federer. Dia bertahan di tengah ketatnya persaingan tenis profesional. Dua gelar pada 2017, bahkan, memunculkan topik Federer memu

KOMENTAR

Ayo sampaikan pendapat Anda tentang artikel ini!
Login untuk submit komentar.

Kembali ke Atas