Rubrik

gaya hidup > langgam > Jurus Belanja Masyarakat yang Sibuk


Jurus Belanja Masyarakat yang Sibuk

Awalnya Yuni Venkatraman sangat kebingungan tak lama setelah melahirkan dua bayi kembarnya. Pasalnya, setidaknya setiap sepekan sekali dia harus membeli persediaan susu formula tambahan dan popok sekali pakai. Padahal, dengan hanya ada seorang asisten rumah tangga di rumah, dia jelas kesulitan untuk pergi keluar berbelanja.

Ingin membaca artikel selengkapnya?

Inilah alasan Anda sebaiknya berlangganan

KUNJUNGI KOMPAS KIOSK >

Dunia Baru Informasi Digital

+ Unlimited Website Access + Mobile & Tablet Apps + Exclusive Breaking News


Silakan login untuk mengakses artikel lengkapnya. Daftar dan dapatkan akses selama 7 hari untuk pengguna baru!

Baca Juga

  • Kemenkes Segera Sempurnakan Regulasi

    JAKARTA, KOMPAS Kementerian Kesehatan siap menyempurnakan regulasi pemberian air susu ibu eksklusif dan pelarangan iklan susu formula bayi menyusul terbitnya resolusi tentang nutrisi pada Sidang Keseh

  • Perlindungan Tidak Optimal

    JAKARTA, KOMPAS Hak perempuan memberikan air susu ibu eksklusif dan hak bayi mendapatkan ASI eksklusif harus dilindungi. Namun, penegakan regulasi pemberian ASI eksklusif lemah sehingga banyak fasil

  • Potensi Konflik Kepentingan Tinggi

    JAKARTA, KOMPAS Program Duta 1000 Hari Pertama Kehidupan yang dikoordinasi Pos Keadilan Peduli Umat atau PKPU yang dideklarasikan sejak Juni 2015 dinilai rawan konflik kepentingan. Itu karena impleme

  • Adopsi Pelarangan Iklan Susu Formula Bayi

    JAKARTA, KOMPAS Sejumlah organisasi masyarakat sipil berharap pemerintah segera mengadopsi resolusi Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) yang merekomendasikan pelarangan iklan susu formula bayi lanjutan

  • Resolusi Belum Diadopsi

    JAKARTA, kompas Pemerintah kemungkinan tidak mengadopsi Resolusi World Health Assembly 69.9 Tahun 2016. Resolusi itu menyerukan agar mengakhiri promosi tak bertanggung jawab dari produk makanan bayi

  • Kilas Iptek

    Vonis Kejahatan Obat dan Makanan Terlalu Ringan Badan Pengawas Obat dan Makanan menilai, vonis kasus kejahatan obat dan makanan masih terlalu ringan. Data Pusat Penyidikan Obat dan Makanan BPOM tah

KOMENTAR

Ayo sampaikan pendapat Anda tentang artikel ini!
Login untuk submit komentar.

Kembali ke Atas