Rubrik

gaya hidup > ruang desain > Serat Alam yang "Hangat"


Serat Alam yang "Hangat"

Penggunaan perabot dan aksesori interior berbahan serat alam memberi kesan natural dan hangat yang tidak bisa diberikan material sintetis. Keunikan yang ditawarkan ini setara dengan upaya perawatannya. Galeri Rumah Lunar dan Rumah Amasti mengolah berbagai macam serat alam ini menjadi berbagai benda unik yang memperkaya karakteristik ruang.

Ingin membaca artikel selengkapnya?

Inilah alasan Anda sebaiknya berlangganan

KUNJUNGI KOMPAS KIOSK >

Dunia Baru Informasi Digital

+ Unlimited Website Access + Mobile & Tablet Apps + Exclusive Breaking News


Silakan login untuk mengakses artikel lengkapnya. Daftar dan dapatkan akses selama 7 hari untuk pengguna baru!

Baca Juga

  • Mengantar Batang Gebang Kian Terpandang

    Mahasiswa Pendidikan Teknik Mesin Fakultas Teknik dan Kejuruan Universitas Pendidikan Ganesha, Singaraja, Bali, bertepuk tangan saat motor listrik Ganesha 1.0 diluncurkan. Kebanggaan tak semata karena

  • Industri Kerajinan Menjanjikan

    JAKARTA, KOMPAS Hasil kerajinan lokal menjadi salah satu produk unggulan industri kreatif Indonesia. Keunikan pengolahan bahan baku alam menjadi daya tarik utama bagi pasar.Direktur Jenderal Industri

  • Pergeseran Kepemimpinan Jokowi

    “Indonesia’s Widodo, maverick no longer“. Itulah judul kolom Hamish McDonald di Nikkei Asian Review baru-baru ini. Wartawan senior Australia ini rupanya mulai khawatir: Presiden Jokowi, setelah dua

  • Lelang Awal Proyek 2016 Senilai Rp 4,4 Triliun

    JAKARTA, KOMPAS Badan Pelayanan Pengadaan Barang dan Jasa DKI Jakarta menargetkan percepatan lelang sejumlah proyek tahun 2016 senilai Rp 4,4 triliun dalam dua-empat bulan mendatang. Percepatan dihara

  • Pejabat dan Wartawan Menjadi Tersangka

    TANJUNG PINANG, KOMPAS Kejaksaan Tinggi Kepulauan Riau menetapkan seorang pejabat di Kabupaten Natuna dan seorang wartawan sebagai tersangka korupsi. Pejabat itu, Wahyu Nugroho, bersama wartawan rad

  • Penyeberangan di Papua Banyak Kendala

    SORONG, KOMPAS Layanan penyeberangan di Papua masih menghadapi banyak kendala. Sering kali layanan tidak bisa diberikan karena kapal harus menjalani proses perawatan, gangguan cuaca, serta pasar yang

KOMENTAR

Ayo sampaikan pendapat Anda tentang artikel ini!
Login untuk submit komentar.

Kembali ke Atas