Rubrik

hiburan > Ekskavasi Sejarah di Pabrik Film Negara


ARTEFAK BUDAYA

Ekskavasi Sejarah di Pabrik Film Negara

Perum Produksi Film Negara kini mati suri. Dilupakan. Lembaga ini dulu ”dimanfaatkan” rezim Orde Baru untuk melegitimasi kekuasaan. Ribuan arsip film, benda sejarah yang tak ternilai harganya, hancur. Kaum muda mengekskavasi arsip film, mengundang publik untuk peduli pada nasib sejarah.

Ingin membaca artikel selengkapnya?

Inilah alasan Anda sebaiknya berlangganan

KUNJUNGI KOMPAS KIOSK >

Dunia Baru Informasi Digital

+ Unlimited Website Access + Mobile & Tablet Apps + Exclusive Breaking News


Silakan login untuk mengakses artikel lengkapnya. Daftar dan dapatkan akses selama 7 hari untuk pengguna baru!

Baca Juga

  • Kemdikbud Bantu Pemeliharaan di Sinematek

    JAKARTA, KOMPAS Direktorat Pembinaan Kesenian ?dan Perfilman Direktorat Jenderal Kebudayaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan bersiap membantu pengelolaan pengarsipan film yang kini disimpan di Si

  • Arsip Film Bisa Musnah

    JAKARTA, KOMPAS Sekitar 20 persen dari 1.500-an arsip film nasional koleksi Sinematek Indonesia dalam kondisi kritis. Arsip film tersebut berkadar asam tinggi, bergelombang, lengket, atau menyusut

  • Arsip Film Jadi Referensi

    JAKARTA, KOMPAS Beberapa film berformat konvensional seluloid masih belum terarsipkan dengan baik sehingga sulit untuk dicari. Restorasi dan konversi arsip film ke bentuk digital juga perlu dilakukan

  • OK.Video Menggugat Rekayasa Sejarah

    Sejarah adalah milik penguasa. Sejarah ditulis dan didiseminasi ke rakyat semata demi kepentingan penguasa. Penguasa adalah kebenaran tunggal. Jika lahir suara yang berbeda dari penguasa, itu bukanlah

  • Film Disimpan di Luar Negeri

    JAKARTA, KOMPAS Sejumlah sutradara dan produser memilih menyimpan master film mereka di luar negeri daripada di Sinematek Indonesia, yang kondisinya memprihatinkan. Hal ini merugikan Indonesia karena

  • Perpustakaan Promosikan Format Digital

    JAKARTA, KOMPAS Perpustakaan Nasional mendorong pengayaan koleksi pustaka dalam format digital agar bisa diakses masyarakat bermodal koneksi internet tanpa perlu datang ke perpustakaan secara fisik

KOMENTAR

Ayo sampaikan pendapat Anda tentang artikel ini!
Login untuk submit komentar.

Kembali ke Atas