Rubrik

hiburan > cerpen > Cemani yang Tak Mau Pergi


Cemani yang Tak Mau Pergi

Riza bingung setengah mati. Setengah hatinya ingin melepas si Itam pergi, setengah hatinya lagi berkata tidak. Galaunya melebihi saat ia menimbang akan meminang Rani atau malah meninggalkannya. Seakan mengetahui persoalan hatinya yang tak kunjung reda, si Itam berkokok kencang. Kok! Padahal, hari belumlah pagi. Seiring dengan kokokannya yang makin lama makin keras, aliran darah Riza semakin deras. Merah melumuri hatinya. Marah menyelimuti tubuhnya. Ia marah pada segala. Pada orangtuanya, pada dirinya sendiri, pada keadaan. Mengapa ayahnya mati meninggalkan utang? Mengapa pula ibunya sakit di kala ekonomi semakin sulit? Mengapa pula ia harus lahir sebagai anak pertama yang harus menanggung semua? Dua adiknya masih butuh sekolah. Ibunya perlu obat. Dan, ia butuh otak untuk memutar semuanya.

Ingin membaca artikel selengkapnya?

Inilah alasan Anda sebaiknya berlangganan

KUNJUNGI KOMPAS KIOSK >

Dunia Baru Informasi Digital

+ Unlimited Website Access + Mobile & Tablet Apps + Exclusive Breaking News


Silakan login untuk mengakses artikel lengkapnya. Daftar dan dapatkan akses selama 7 hari untuk pengguna baru!

Baca Juga

  • KPK Vs Politisi

    Saat Komisi Pemberantasan Korupsi dibentuk tahun 2003, pemerintah dan DPR yang melahirkan UU KPK sepakat bulat dan ikhlas untuk melahirkan lembaga antirasuah ini. Justru khalayak tak menyambutnya den

  • Sulit Berempati

    Sangat sulit bagi kita berempati terhadap perilaku seorang suami yang melakukan KDRT, kekerasan dalam rumah tangga. Tak mau mendengar keinginan istrinya agar bertanggung jawab terhadap KDRT dan mem

  • Memacu Amnesti Pajak

    Keyakinan sejumlah kalangan bahwa penerimaan negara dari uang tebusan amnesti pajak akan melampaui target Rp 165 triliun pada akhir periode III pelaksanaan program amnesti pajak tampaknya akan sulit t

  • Dongeng Koma tentang Kebobrokan

    Lakon Koma hampir identik dengan kebobrokan. Lakon-lakon yang dimainkannya berputar di sekitar kebobrokan moral, sosial, politik, dan ekonomi sebuah masyarakat. Begitu juga ketika kelompok ini memaink

  • Puisi

    A Muttaqin - untuk yai amun dan munawi Burung zindik berbisik kepada jangkrik: Jangan berisik, besok kau bakal diuntal cendet cedal yang terpental dari alas asal. Tapi jang

  • Beijing Kecam Trump

    BEIJING, MINGGU Pemerintah Tiongkok menyatakan ”kekecewaan mendalam” terhadap presiden terpilih Amerika Serikat Donald Trump atas komentar-komentarnya tentang Taiwan. Beijing mengancam, perubahan sika

KOMENTAR

Ayo sampaikan pendapat Anda tentang artikel ini!
Login untuk submit komentar.

Kembali ke Atas