Rubrik

hiburan > cerpen > Sumur Gumuling


Sumur Gumuling

            Di Sumur Gumuling itu, jarum arloji tak lagi menyimpan kecemasan didera waktu. Di sini, waktu telah istirah, rebah dalam pelukan sunyi yang perkasa.

Ingin membaca artikel selengkapnya?

Inilah alasan Anda sebaiknya berlangganan

KUNJUNGI KOMPAS KIOSK >

Dunia Baru Informasi Digital

+ Unlimited Website Access + Mobile & Tablet Apps + Exclusive Breaking News


Silakan login untuk mengakses artikel lengkapnya. Daftar dan dapatkan akses selama 7 hari untuk pengguna baru!

Baca Juga

  • Puisi Adimas Immanuel

    Izlude Waktu kota ini seperti memadat dan dibangun dari batu-bata, ketika kau lahir dan seketika tahir oleh nyala api di pangkal lidahmu. Sejumlah sabda hilang arah, seperti domba

  • Pesona Perempuan ”Balabala”

    Setelah mencuri banyak perhatian lewat koreografi tari ”Cry Jailolo”, penata tari Eko Supriyanto melanjutkan eksplorasinya terhadap beragam perbendaharaan gerak tarian Maluku Utara. Ia bersetia dengan

  • Dalam Pelukan Dewi Saraswati

    Hidup I Made Sidia (48) tak pernah lepas dari seni. Apalagi belakangan ini ia sedang mempersiapkan sendratari kolosal Ramayana yang melibatkan 380 seniman. Proyek seni ini akan dipentaskan Minggu (19/

  • Terlena dalam Pelukan Embun Coban Pelangi

    Rasanya tidak ada habisnya menikmati pesona keindahan Malang Raya, Jawa Timur. Kawasan perbukitan tinggi yang dikelilingi beberapa gunung ini memiliki potensi air terjun atau coban yang luar biasa b

  • “Perkenalkan, Namaku Gerimis...“

    Begitulah suara yang tiba-tiba muncul, di suatu sore musim kering. Dia terhenyak di antara sunyi yang mengepungnya. Begitu saja, perempuan muda itu datang dan berucap salam kepadanya. Tiba-tiba s

  • Arwah Kunang-kunang

    Tak banyak berubah, rupanya. Papan-papan kayu dipenuhi buku bekas, juga aroma kertas tua yang menguar di sepanjang jalur pustaka. Semuanya, masih sama seperti lima belas tahun silam. Dekat pintu ma

KOMENTAR

Ayo sampaikan pendapat Anda tentang artikel ini!
Login untuk submit komentar.

Kembali ke Atas