Rubrik

hiburan > cerpen > Perempuan yang Memegang Tali Anjing


Perempuan yang Memegang Tali Anjing

Perempuan itu selalu datang bersama seekor anjing pudel ke toko buku yang hanya buka pada hari Minggu. Ia menambatkan tali anjing di sebuah tiang besi di halaman toko, berbicara sebentar kepada pudel berbulu krem kesayangannya-lebih banyak tentang larangan-larangan yang harus dipatuhi si pudel-sebelum ia masuk dan mencari buku yang akan dibacanya selama dua jam. Toko buku itu memang menyediakan buku-buku yang boleh dibaca oleh pengunjung. Pemiliknya sudah tentu orang yang murah hati atau-jika itu tidak berkaitan dengan kemurahan hati-mungkin saja ia sengaja membuka toko itu agar ada orang-orang yang mengunjunginya di akhir pekan dan membuatnya tidak kesepian. Pemilik toko buku, lelaki berusia 60-an tahun dan telah lama hidup sendirian. Perempuan yang selalu datang bersama anjing pudel-ia pelanggan tetap toko itu-tidak pernah berbicara dengan lelaki pemilik toko, sebab ia ke sana memang hanya untuk membaca buku dan itu membuatnya belum sekali pun pergi ke meja kasir tempat si pemilik toko menghabiskan waktunya sambil mencermati berita di beberapa surat kabar.

Ingin membaca artikel selengkapnya?

Inilah alasan Anda sebaiknya berlangganan

KUNJUNGI KOMPAS KIOSK >

Dunia Baru Informasi Digital

+ Unlimited Website Access + Mobile & Tablet Apps + Exclusive Breaking News


Silakan login untuk mengakses artikel lengkapnya. Daftar dan dapatkan akses selama 7 hari untuk pengguna baru!

Baca Juga

  • Jejak Toko Buku Pertama di Batavia

    Gedung yang dahulu kokoh berdiri di sudut Jalan Kali Besar Timur, Kota Tua, Jakarta Barat, itu kini rata dengan tanah. Sekeliling bekas toko buku dan penerbitan pertama di Batavia tersebut ditutup s

  • Antisipasi Zaman, Toko Buku Gramedia Bertransformasi

    JAKARTA, KOMPAS Toko buku diharapkan turut membangun dan menginspirasi bangsa meskipun selalu mengalami jatuh dan bangun. Melalui toko buku, budaya membaca yang merupakan ukuran kemajuan suatu bangsa

  • Melek Literasi Bisa Dimulai dari Fiksi

    “Many a book is like a key to unknown chambers within the castle of one’s own self”Franz KafkaAntusiasme masyarakat membaca karya fiksi menjadi semangat baru untuk meningkatkan budaya literasi di Indo

  • Arwah Kunang-kunang

    Tak banyak berubah, rupanya. Papan-papan kayu dipenuhi buku bekas, juga aroma kertas tua yang menguar di sepanjang jalur pustaka. Semuanya, masih sama seperti lima belas tahun silam. Dekat pintu ma

  • Kineruku, Tempat Keren Baca Buku

    Di dunia yang makin riuh, buku adalah tempat pelarian nyaman untuk diam sejenak. Kineruku menjadi salah satu pilihan perpustakaan di Kota Kembang untuk menenggelamkan diri dalam buku. Tak hanya meregu

  • Pembelian Masih Terkendala

    JAKARTA, KOMPAS Penerapan pembelian buku teks Kurikulum 2013 secara daring tidak mulus. Sejumlah pengelola toko buku online yang diberi hak oleh Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah,

KOMENTAR

Ayo sampaikan pendapat Anda tentang artikel ini!
Login untuk submit komentar.

Kembali ke Atas