Rubrik

hiburan > cerpen > Sekuntum Melati Ibu


Sekuntum Melati Ibu

Aku mengenal ibu sebagai perempuan yang ceria. Dia sering tertawa, meski aku tidak benar-benar mampu mengeja apakah karena gemar saja atau dia memang sedang bahagia. Satu hal yang pasti, banyak lelucon yang sedatar papan sekali pun mampu memantik gelaknya. Persis seperti bocah usia di bawah lima tahun yang menganggap anjing tercebur ke kubangan lumpur bukan sebagai masalah, melainkan ajang bermain air dan sabun. Pekerjaan menyebalkan bagi sebagian orang dewasa karena mesti mengulang aktivitas yang sama padahal bisa dilakukan sekali saja dalam seminggu. 

Ingin membaca artikel selengkapnya?

Inilah alasan Anda sebaiknya berlangganan

KUNJUNGI KOMPAS KIOSK >

Dunia Baru Informasi Digital

+ Unlimited Website Access + Mobile & Tablet Apps + Exclusive Breaking News


Silakan daftar dan login untuk mengakses artikel lengkapnya.

KOMENTAR

Ayo sampaikan pendapat Anda tentang artikel ini!
Login untuk submit komentar.

Kembali ke Atas